
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat konsolidasi pemenangan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/1).
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, kenaikan siginifikan suara Partai Golkar pada Pemilu 2024 membuktikan, Airlangga Hartarto sebagai ketua umum berhasil mengorkestrasi seluruh anatomi kekuatan partai. Airlangga juga dinilai berhasil mengelola strategi yang bisa membuat suara Golkar melesat.
Sebab, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count berbagai lembaga survei, perolehan suara Golkar mengalami kenaikan sekitar 2 hingga 3 persen. Partai Golkar menempati urutan kedua, setelah PDI Perjuangan yang menyalip peringkat Partai Gerindra.
"Leadership yang ditunjukkan oleh Airlangga tidak bisa dipandang sebelah mata. Kenaikan suara Golkar dalam pemilu ini merupakan bukti konkret kemampuannya dalam meningkatkan citra dan kinerja partai," kata Adi Prayitno kepada wartawan, Minggu (18/2).
Adi menambahkan, kenaikan suara Partai Golkar terasa istimewa, karena tidak ikut merasakan efek ekor jas atau coat tail effect akibat tidak memiliki calon presiden dan calon wakil presiden. Namun, dengan kondisi ini, Airlangga justru bisa memaksimalkan peran kader untuk meningkatkan citra partai di masyarakat.
"Golkar memiliki ciri khas sebagai partai modern yang mengandalkan kekuatan kader dan strategi yang matang. Para caleg Golkar, sebagai ujung tombak partai, telah teruji dan tahan banting," ujar Adi.
Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menilai, strategi yang diterapkan Airlangga sebagai orang nomor satu di Partai Golkar dinilai berjalan efektif, sehingga mampu mendongkrak suara partai.
Adi mengatakan, langkah Airlangga bersama Golkar yang menempatkan beberapa mantan kepala daerah menjadi calon anggota legislatif (caleg) juga turut mengerek suara partai di pemilu periode ini.
"Ini juga kelebihan Partai Golkar, di mana tidak hanya satu atau dua mantan kepala daerah yang diusung tapi cukup banyak,” tutur Adi.
Selain itu, Golkar juga dinilai berhasil mengambil alih kapitalisasi isu keberlanjutan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Airlangga bersama Golkar justru menggeser posisi PDIP sebagai partai pendukung utama pemerintahan Jokowi.
"Golkar mampu mengakuisisi posisi strategis ini setelah PDI Perjuangan mulai renggang dengan Jokowi. Airlangga dan Golkar berhasil mengartikulasikan visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tegas Adi.
Merujuk hasil hitung cepat alias quick count lembaga survei Cyrus Network dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) PDI Perjuangan menempati posisi pertama mencapai 16,46 persen. Disusul, Partai Golkar 15,14 persen, Partai Gerindra 13,91 persen, PKB 10,87 persen, Partai NasDem 9,15 persen, PKS 8,63 persen, Partai Demokrat 7,53 persen, PAN 6,99 persen, PPP 3,54 persen.
Sementara itu, PSI 2,67 persen, Partai Perindo 1,39 persen, Partai Gelora 0,82 persen, Partai Hanura 0,84 persen, Partai Buruh 0,73 persen, Partai Ummat 0,46 persen, PBB 0,37 persen, Partai Garuda 0,27 persen, dan PKN 0,23 persen.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
