
Wakil Ketua TKN?Prabowo-Gibran?Habiburokhman bersama jajaran pengurus TKN melakukan konferensi pers di media center, Kawasan Kebayoran, Jakarta, Rabu (7/2/2024).
JawaPos.com - Menjelang hari pencoblosan dinamika Pemilu 2024 terus meningkat. Terbaru, ada dugaan yang memicu kekhawatiran dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Yaitu, mobilisasi pemilih secara ilegal.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua TKN Habiburokhman. Dia mengatakan ada kekhawatiran soal dugaan usaha ilegal untuk memobilisasi pemilih di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ilegal itu melibatkan pemindahan tidak sah dari tempat pemungutan suara (TPS). Kelompok orang itu mengklaim sebagai mahasiswa.
"TKN Prabowo-Gibran mendapatkan informasi tentang dugaan mobilisasi pemilih secara ilegal dengan modus pemilih pindah TPS di Dramaga Bogor, Jawa Barat. Puluhan pemuda berbadan tegap dan berambut cepak mengaku mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mengajukan pindah TPS, tetapi dengan dokumen yang janggal," kata Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (9/2).
Habiburokhman menekankan permintaan pemindahan TPS yang diajukan oleh kelompok itu didasarkan pada alasan penelitian. Namun, dokumen yang mereka serahkan tidak memenuhi syarat hukum yang berlaku. Seperti, absennya izin dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan penggunaan cap dari pada tanda tangan yang sah.
Hal itu disinyalir merupakan praktik yang bisa menjadi bagian dari upaya kecurangan pemilu yang besar, terorganisir, dan sistematis. Sebab, berpotensi merusak keadilan hasil pemilu.
Dia pun menyoroti pentingnya intervensi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk secara mendalam menyelidiki masalah ini guna mempertahankan legitimasi proses pemilu.
Baca Juga: Airlangga Targetkan 80 Persen Pemilih Golkar Menangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024
"Kami khawatir bahwa mereka adalah oknum yang sengaja dimobilisasi untuk melakukan pemilihan secara ilegal. Modus mobilisasi pemilih ilegal ini sangat bahaya karena akan menggelembungkan jumlah pemilih dan menguntungkan paslon tertentu," tegasnya.
Habiburokhman menuduh lembaga atau pasangan calon tertentu sebagai penyebab kejadian ini. Namun, dia mendesak Bawaslu RI untuk secara aktif mengusut dugaan mobilisasi pemilih ilegal ini untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang transparan dan adil.
"Serta untuk mencegah potensi kerugian atau keuntungan yang tidak setara di antara para peserta pemilu," pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
