Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Oktober 2022 | 20.11 WIB

Edukasi Politik: Dekatkan ke Generasi Milenial, Rangkul Kelas Menengah

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (Dok Indikator) - Image

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (Dok Indikator)

JawaPos.com – Keterlibatan generasi Z dan milenial dalam politik perlu diperkuat. Saat ini kiprah politik mereka belum terdistribusi secara merata. Hal itu ditandai dengan masih terlalu kuatnya cengkeraman politisi senior.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyatakan, situasi itu terlihat di pengisi jabatan ketua umum hingga jajaran pengurus partai. ”Partai politik masih didominasi generasi baby boomers,” ujarnya dalam Indonesia Millennial and Gen-Z Summit kemarin (30/9).

Hal itu, lanjut Burhan, membuat hubungan politik dengan generasi milenial kerap tidak satu frekuensi. Sebab, cara pandang keduanya relatif tidak sama. Padahal, pemahaman dan kepedulian terhadap politik dibutuhkan dalam konteks negara demokrasi.

Atas dasar itu, Burhan mengusulkan agar generasi muda sering dilibatkan. ”Sulit berharap partai politik, saya berharap ke KPU,” tuturnya. Hal itu bisa dilakukan dengan menyediakan ruang kampanye bagi kaum milenial.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, keterlibatan generasi milenial dalam politik sangat krusial. Sebab, jika tidak dilibatkan, mereka akan semakin tak acuh. ”Bila hari ini terlibat, mereka akan lebih terlibat,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Anies, keterlibatan generasi muda dalam politik mulai terlihat. Hanya, kiprahnya didominasi anak muda kelompok kelas menengah ke atas. Sementara itu, kelas sosial rendah relatif jarang dilirik.

Ke depan, Anies menilai kaum milenial dengan status menengah ke bawah juga harus dirangkul. Hal itu penting agar suara mereka bisa didengar dan kebutuhannya bisa diakomodasi dalam berbagai kebijakan politik.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah rencana untuk melibatkan anak muda. Salah satu program yang tengah dijajaki adalah menarik para mahasiswa terlibat dalam teknis Pemilu 2024. ”Kami dorong mahasiswa jadi penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Pendiri Narasi TV Najwa Shihab mengatakan, sebetulnya generasi muda sudah peduli dengan politik. Hanya, cara yang diambil sudah banyak berubah. Tidak selalu datang ke gedung DPR atau pemerintahan untuk menyampaikan aspirasi. ”Tapi bikin petisi di Change.org,” kata Najwa.

Yang diperlukan saat ini, lanjut Najwa, adalah menjernihkan pikiran generasi muda. Dengan begitu, mereka bisa berpikir objektif dan tidak terjebak pada cara berpikir sempit.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore