Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Juni 2022 | 00.24 WIB

Ditjen Bina Pemdes Gelar Monitoring di Kampung Malaumkarta

istimewa - Image

istimewa

JawaPos.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar monitoring di Kampung Malaumkarta Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua.

Monitoring ini merupakan rangkaian Join Supervesion Massion (JSM) terhadap program teknikal asistensi kerjasama pemerintah Australi dengan pemerintah Indonesia dalam program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) yang diikuti Kemendagri, Bappenas, Kementerian Desa PDTT, Pemprov Aceh, Pemprov NTB Pemprov Papua dan Pemprov Papua Barat dan Perwakilan Kedutaan Besar Australi serta tim Implementasi program tersebut.

Tim Monitoring diterima langsung oleh Kepala Distrik Makbon dan Kepala Kampung Malaumkarta dan jajaran pemerintahan kampung serta Kepala Bamuskam serta perangkat kampung dan warga masyarakat. Kunjungan ke kampung Malaumkarta untuk mengetahui teknis implemetasi Program Strategis Pembangunan Kampung (PROSPPEK) dan sistem data terpadu SAIK+.

Pada kesempatan pertemuan Ditjen Bina Pemdes yang diwakili Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa, Paudah mengatakan, tujuan monitoring ini untuk mengetahui tantangan, kendala, dan permasalahan kampung dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan kampung.

Kemendagri sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah dan desa ingin memastikan program yang dilaksanakan di pemerintahan daerah dan desa selaras dengan kebijakan nasional termasuk keberhasilan teknikal asisten yang dilakukan melalui pendampingan seperti halnya pendampingan program Kompak tersebut.

Paudah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kampung Malaumkarta yang telah memberdayakan kader kampung yang terlatih untuk melakukan entry data, memastikan akurasi data, dan melakukan pemutakhiran data dalam Sistem Administrasi Integrasi Kependudukan (SAIK+).

Menurutnya, pemberdayaan kader kampung menjadi inovasi tersendiri bagi sistem pendataan untuk menjaga kesinambungan ketersediaan, validitas, dan pemutakhiran data sebagai baseline data untuk pengambilan kebijakan baik di tingkat kampung hingga di tingkat nasional.

"Oleh karena itu Paudah berharap pemerintah kampung tetap merawat dan menjaga kesinambungan SAIK+ ini melalui penganggaran dan pelatihan bagi kader untuk terus menerus meningkatkan kapasitas kader," tuturnya.

"Pelatihan tematik kepada aparatur desa termasuk pelatihan literasi data dengan kurikulum pembelajaran dari pendataan, pengolahan data, analisa data dan pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan perencanaan dan penetapan anggaran desa berbasis data dan bukti," pungkas Paudah.

Dalam kesempatan monitoring, Abner selaku Kepala Distrik Makbon mengemukakan bahwa di distriknya terdapat 14 (empat belas) kampungydan 1 (satu) Kelurahan, yang secara keseluruhan telah mengimplemetasikan SAIK+ sebagai basis data kependudukan dan data sosial lainnya.

Sementara itu Kepala Kampung Malaumkarta Jefri Mobalen menyampaikan bahwa di desanya saat ini memiliki 45 KK dengan penduduk sebanyak 197 jiwa, Masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan. Kampung Malamumkarta merupakan kampung induk yang telah di mekarkan menjadi 4 Kampung.

"SAIK+telah dimulai sejak 4 (empat) tahun yang lalu dengan terlebih dahulu kader mengikuti pelatihan untuk pengelola SAIK+. Pemanfaatan data pada SAIK+ digunakan untuk perencanaan kampung, penyaluran bantuan langsung tunai, pemberian bantuan rumah layak huni, pengurusan domumen kependudukan serta administrasi surat menyurat," pungkas Jefri.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore