Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 00.08 WIB

Soal Kasus Komika di Lampung, Kalangan Pakar Ingatkan Soal Penistaan Agama oleh Ahok

Aulia Rakhman, komika asal Lampung, viral di media sosial karena menampilkan materi stand-up yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

JawaPos.com– Pakar Komunikasi, Selamat Ginting, mengingatkan akan bahaya pembelahan masyarakat akibat isu sensitif. Salah satunya soak kasus penistaan agama oleh Ahok di Pilkada DKI Jakarta yang harus menjadi bahan pelajaran bersama.

Hal ini disampaikan Ginting menanggapi kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di acara yang dihadiri Anies Baswedan di Lampung. Komika Lampung, Aulia Rakhman, yang mengisi acara itu dituding menghina Rasulullah SAW.

Belajar dari kasus Ahok di Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun lalu, kata Ginting, terjadi pembelaan yang luar biasa di masyarakat. Kasus Ahok harusnya menjadi pelajaran yang luar biasa. 

“Jangan masuk ke wilayah sensitif di tahun politik, karena kita sudah mengalami pembelahan sejak 2014. Dan itu riil,” kata Ginting, Ahad (10/12).

Pembelahan di masyarakat ini, menurut pakar komunikasi ini, sudah coba dibenahi Prabowo Subianto, dengan masuk ke kabinet Jokowi. “Masuknya Prabowo itu kan sebenarnya tujuannya meminimalisasi pembelahan di masyarakat. Jangan diperlebar lagi di tahun politik, yang nantinya bisa menjadi sesuatu yang kontraproduktif,” ungkap dia.

Partai politik diminta Ginting untuk mengingatkan para penghibur acara dan aktor-aktor agar jangan masuk ke wilayah sensitif. “Mereka harus belajar dari kasus pembelahan masyarakat akibat pemilu. Sudah 9 tahun. Mau terjadi lagi?” ungkapnya.

Ginting juga melihat, pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali yang membela Aulia, justru merupakan langkah blunder.  Persoalan Aulia  yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW di acara yang dihadiri Anies Baswedan, menurut Ginting, sebenarnya sudah selesai ketika Aulia meminta maaf dan mengakui kekeliruannya. 

“Tinggal kemudian partai (tims sukses Anies, Red) atau penyelenggara tinggal menjelaskan ke publik dan meminta pada para komika agar jangan masuk ke wilayah politik,” ungkap Ginting. Ahmad Ali, seharusnya tidak perlu mengungkap lagi masalah itu.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore