JawaPos.com-PDI Perjuangan akan memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam acara turnamen sepak bola Liga Kampung Soekarno Cup yang akan dilaksanakan oleh PDI Perjuangan (PDIP) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (3/11). Rekor tersebut, dengan mendribel sepuluh ribu bola secara bersama-sama sebelum laga final Liga Kampung Soekarno Cup kick-off pada Jumat (3/11) esok.
"Saya mau tambahkan diantara adik-adik saya masih muda ini bersama pak Sekjen (Hasto Kristiyanto) kita akan memecahkan rekor MURI sepuluh ribu bola diterima oleh para yang datang yang pertama datang ke GBK dan sekaligus mendribel bola," kata Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dalam konferensi pers Liga Kampung di Pressroom GBK, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11).
Menurutnya, rekor ini akan terpecahkan setelah sebelumnya rekor tercatat bola hanya didribel sebanyak lima ribu saja.
"Mendribel bola ini akan menjadi rekor MURI karena terakhir sekitar lima ribu bola. Ini sepuluh ribu bola jadi ini hal yang luar biasa," ujarnya.
Selain itu, dalam acara besok juga bukan hanya rekor MURI yang akan terpecahkan, melainkan akan ada juga pembagian hadiah doorprize menarik. Salah satunya sepeda motor akan dibagikan.
"Semoga ini bisa menarik bagi orang-orang muda untuk datang menyaksikan Liga Kampung yang ini pialanya yang akan dipegang adik-adik kami yang masih muda ini," ucap Eriko.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan, pelaksanaan Liga Kampung Soekarno Cup dibuat PDIP, karena menjadi cita-cita Proklamator RI Soekarno atau Bung menjadi olahraga sebagai sarana membentuk karakter bangsa.
"Itu Bung Karno menghadirkan sepak bola sebagai kultur. Bung Karno menjadikan olahraga sebagai spirit membangun karakter building, olahraga sebagai lambang supremasi, termasuk sepak bola," ucap Hasto.
Menurut Hasto, PDIP mengacu aturan FIFA dalam melaksanakan turnamen Liga Kampung Soekarno Cup, sehingga tidak akan membawa unsur politik praktis dalam kegiatan tersebut.
"Jadi, kami taat juga dengan statuta FIFA. Kami enggak ada bendera partai, enggak ada kampanye. Jadi, kampanye enggak ada," ucapnya. (*)