
Capres Ganjar Pranowo saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung./Radar Malang/Tim Media Ganjar Pranowo
JawaPos.com – Setelah resmi mendaftarkan diri menjadi calon presiden (capres) bersama Mahfud MD, Ganjar Pranowo mulai menjelaskan apa saja program yang akan dibuat untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Ganjar Pranowo menegaskan bahwa menurutnya salah satu kunci utama dalam memberantas kemiskinan adalah melalui pendidikan.
Hasil dari berkaca dengan dirinya sendiri, Pria kelahiran 28 Oktober 1968 akhirnya memutuskan untuk mencanangkan program satu keluarga miskin satu sarjana.
“Saya meyakini, untuk menyelesaikan problem kemiskinan yang terbaik adalah dengan pendidikan. Kenapa saya bilang begitu, karena saya sendiri contohnya,” ucap Ganjar Pranowo yang dikutip JawaPos.com melalui Radar Malang saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, Rabu (11/10) lalu.
Dalam kuliah tersebut, Ganjar Pranowo menceritakan bahwa dirinya yang berasal dari keluarga sangat sederhana hingga berhasil seperti saat ini adalah hasil dari pendidikan.
Menurutnya, apabila dia tidak bersekolah, maka mungkin saja nasibnya tidak seperti saat ini.
“Nah, disitulah peran negara hadir. Bagaimana agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mengakses pendidikan dengan baik,” terangnya.
Sebab, sampai saat ini fenomena kemiskinan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang terus diperhatikan oleh pemerintah.
Dihadapan ribuan mahasiswa, Ganjar Pranowo dengan lantang memaparkan ide dan gagasannya untuk mengatasi kemiskinan dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara maju.
Ia pun berbagi pengalamannya dalam memutus kemiskinan melalui pendidikan saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah kala itu, dimana pria 55 tahun berhasil membuat boarding school gratis untuk warga miskin bernama SMK Negeri Jateng.
“Semuanya gratis, tidur gratis, makan, sepatu, seragam, tas semuanya kami biayai. Dan yang bisa masuk ke sekolah itu syaratnya dari keluarga miskin,” ucapnya.
Melalui program tersebut nyatanya pun berbuah manis dalam pelaksanaannya.
Anak-anak miskin yang terancam tidak bisa sekolah akhirnya bisa mengenyam pendidikan. Bahkan hebatnya lagi, 100 persen lulusannya tidak ada yang menganggur.
“Mereka bekerja di perusahaan besar, ada yang di Jepang, Jerman, Korea, dan lainnya. Dan mereka menjadi tulang punggung keluarga. Saya terharu ketika mereka mengatakan bisa melunasi hutang keluarga, membeli rumah, tanah, dan lainnya. Mereka bisa mengangkat keluarga dari jurang kemiskinan,” jelasnya.
Oleh karena itu menurutnya, program tersebut bisa diperluas se-Indonesia dengan mendorong pendidikan gratis mulai dari PAUD sampai SMA.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022