
KAKAK ADIK: Gus Muhdhlor (kanan) dan Gus Yani berkontribusi untuk memajukan Sidoarjo-Gresik. Mereka juga siap bersinergi dengan Surabaya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com - Di Jawa Timur kemarin ada 17 kepala dan wakil kepala daerah yang dilantik. Namun, perhatian tertuju kepada Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali alias Gus Muhdlor dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani alias Gus Yani. Keduanya masih kerabat. Gus Muhdlor merupakan putra KH Agoes Ali Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Sidoarjo. Sementara itu, Gus Yani adalah menantu kiai besar asal Sidoarjo tersebut. Keakraban antara Gus Muhdlor dan Gus Yani tampak saat acara pelantikan kemarin.
Awalnya, Gus Yani menemui wartawan bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Saat menjawab pertanyaan media, Gus Muhdlor bersama wakilnya, Subandi, berada di belakangnya. Tak lama kemudian, Gus Muhdlor maju dan berada di samping Gus Yani. Mereka berfoto bersama. ’’Kami akan mengemban amanah ini dengan baik,’’ ucap Gus Muhdlor.
Dia mengaku mendapat pesan dari Gus Ali untuk jujur. Pemimpin harus bisa mengemban amanah dengan baik untuk menyejahterakan masyarakat. ’’Saya dan adik ipar saya sudah dipesan seperti itu dan akan dijalankan,’’ tegasnya. Gus Yani mengiyakan perkataan itu. Dia akan bergerak cepat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Gresik.
Terpisah, Gus Ali yang juga hadir pada pelantikan itu membenarkan bahwa jujur menjadi pesan utama untuk anak dan menantunya. Dia tidak menyampaikan pesan apa pun kecuali jujur. ’’Pokoknya harus jujur, jujur, dan jujur. Itu saja untuk anak dan menantu saya,’’ ucapnya.
Photo
BERPENGALAMAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah saat melantik Gus Ipul sebagai wali kota Pasuruan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin. (FRIZAL/JAWA POS)
Pada pelantikan sesi kedua, perhatian tertuju kepada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Maklum, Gus Ipul adalah mantan wakil gubernur Jatim dua periode. Gus Ipul juga pernah bersaing dengan Khofifah Indar Parawansa pada Pilgub Jatim 2018. Meski begitu, Gus Ipul dan Khofifah sangat akrab. Hal itu juga tampak saat Gubernur Khofifah menyematkan lencana wali kota kepada Gus Ipul. Senyum tampak dari keduanya. Bukan hanya itu, saat sambutan, Khofifah menyebut Gus Ipul sebagai top mentor bupati.
Seusai pelantikan, Gus Ipul menanggapi penyataan tersebut. Menurut dia, Khofifah memberikan apresiasi dan sanjungan kepadanya. Pada prinsipnya, dia sepakat dengan pesan yang disampaikan. Yakni, penggalian potensi untuk memajukan daerah. ’’Pokoknya, saya siap mengikuti perintah gubernur,’’ ucapnya.
Sementara itu, Khofifah meminta 17 kepala dan wakil kepala daerah yang dilantik kemarin untuk kerja cepat. Banyak tugas yang menunggu. Mulai penanganan Covid-19 hingga pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Pesan itu disampaikan pada setiap sesi pelantikan. Pelantikan sesi pertama diikuti 6 kepala dan wakil kepala daerah, sesi kedua juga 6 kepala dan wakil kepala daerah, serta sesi terakhir 5 kepala dan wakil kepala daerah.
Khofifah mengungkapkan, pemerintah menyatakan bahwa April mulai normalisasi ekonomi. Dia berpesan dana desa harus segera dioptimalkan. Sebab, PDRB Jawa Timur yang paling besar adalah konsumsi masyarakat. ’’Dana itu bisa membantu peningkatan PDRB dengan mewujudkan desa mandiri,’’ ujarnya. Selain itu, pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap angka stunting di Jawa Timur. Mantan menteri sosial itu meminta kepala dan wakil kepala daerah memperhatikan serta berupaya mengatasi persoalan tersebut.
Pesan lain yang disampaikan pada pelantikan itu adalah optimalisasi potensi daerah. Misalnya, potensi wisata yang bisa mendongkrak perekonomian daerah maupun provinsi. ’’Ini perlu kerja bersama untuk kemajuan masyarakat di daerah dan Jawa Timur,’’ kata Khofifah.
Pelantikan 17 kepala dan wakil kepala daerah di Grahadi berlangsung secara offline. Pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi, yakni pukul 09.00, 13.30, dan 16.00. Sesuai dengan rencana, prosedur standar protokol kesehatan diterapkan secara ketat.
Pelantikan tersebut juga dihadiri Kepala Balitbang Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni. Pada pelantikan sesi ketiga, Sekretaris Kabinet Pramono Anung hadir. Dia bersama istri disambut Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. Pria asli Kediri itu hadir untuk menyaksikan pelantikan sang anak yang terpilih sebagai bupati Kediri.
Baca juga: Diskusikan Integrasi Pembangunan, Eri, Yani, dan Muhdlor Satu Meja
Gubernur Bali Ingatkan Hierarki
Di Bali, enam pasangan kepala-wakil kepala daerah dilantik Gubernur Bali Wayan Koster. Pelantikan berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali secara daring dan luring. Wayan Koster menyampaikan, pelantikan merupakan momentum penting untuk percepatan pembangunan daerah di Bali. Kepala daerah terpilih patut bersyukur dan berbahagia karena telah diberi kepercayaan oleh masyarakat melalui proses demokrasi.
Dia meminta seluruh pimpinan daerah yang dilantik untuk memahami sistem pembangunan pemerintahan. Pembangunan harus dijalankan secara hierarki, mulai pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
’’Maka dari itu, pembangunan daerah harus selalu berkoordinasi dan berkomunikasi secara disiplin, tertib, dan penuh tanggung jawab,’’ ujarnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Bali.
Baca juga: Tangani Covid-19 Jadi Prioritas Utama Kepala Daerah yang Baru Dilantik
Dia mengatakan, jabatan kepala daerah harus dihayati sedalam-dalamnya. Sebab, seorang pemimpin harus bertanggung jawab kepada warganya. ’’Tanggung jawab ini diwujudkan dengan membangun daerah dan melayani masyarakat,’’ sambungnya.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, istri enam pasangan pimpinan kepala daerah, dan undangan pejabat lainnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8OS1JAfzJUc
