Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Oktober 2023 | 16.43 WIB

Pengamat Sebut Langkah Golkar Rekomendasikan Gibran jadi Cawapres Prabowo Sebagai Hal Paradoks

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Menerima surat keputusan yang berisi penunjukkan Gibran sabagai bakal calon Wakil Presiden yang diserahan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlaangga Hartanto pada Rapimnas II Partai Golkar di DPP Golkar, Sabtu - Image

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Menerima surat keputusan yang berisi penunjukkan Gibran sabagai bakal calon Wakil Presiden yang diserahan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlaangga Hartanto pada Rapimnas II Partai Golkar di DPP Golkar, Sabtu

JawaPos.com - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan langkah politik Golkar yang mencalonkan Gibran Rakabuming sebagai Bacawapres mendampingi Prabowo menjadi sesuatu yang paradoks. Ini mengingat Golkar lebih mementingkan kader partai lain dibandingkan kadernya sendiri, dikutip dari ANTARA.

"Pada saat kader Golkar Ridwan Kamil masuk sebagai salah satu cawapresnya Ganjar Pranowo, petinggi Golkar justru mengambil sikap kontra dibandingkan pro," kata Ahmad Atang di Kupang, Minggu (22/10).

Golkar secara resmi melalui Rapimnas telah memutuskan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

Baca Juga: Puan Maharani Tegaskan Belum Ada Surat Pengunduran Diri dari Gibran

Sikap politik partai Golkar bukan sesuatu yang mengagetkan karena wacana ini sudah dibaca publik sejak lama.

Hal ini dapat dipahami mengingat koalisi Indonesia maju (KIM) sejak awal didesain untuk mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, maka partai koalisi seperti PAN, Golkar, PBB dan Gelora tetap satu suara mendukung pasangan ini.

Sementara Demokrat sebagai pendatang baru tentu mengikuti irama yang sama, kata Ahmad Atang yang juga Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Kupang itu.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Gencarkan Bike To Work, ASN Surabaya Wajib Gowes Saat Ngantor

Dia mengatakan dalam sejarah pilpres, Golkar selalu menjadi partai pendukung dan bukan menjadi partai pengusung. Kader-kader Golkar selalu kalah populer dengan kader partai lain sehingga sikap politik mendukung figur dari partai lain.

Walaupun Golkar pernah menjadi partai pengusung Wiranto dan Jusuf Kalla namun hanya berhenti pada kedua figur tersebut dan tidak ada kelanjutannya.

Baca Juga: Jokowi Restui Keputusan Gibran jadi Cawapres Usai Direkomendasikan Golkar

Dia menambahkan pilihan politik ini akan beresiko terhadap elektabilitas Golkar pada pemilu mendatang.

"Hal ini perlu diwaspadai karena antara pemilu dan pilpres berlangsung pada momentum yang sama," katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore