EFEKTIF: Program Jateng Gayeng Ngiceng Wong Meteng yang dibuat Ganjar Pranowo terbukti mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sukses membuka akses lapangan kerja berbasis digital melalui aplikasi E-Makaryo. Berdasarkan data pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, terdapat 915 perusahaan penyedia kerja dalam aplikasi tersebut, sehingga peluang bagi para pencari pekerjaan sangat terbuka lebar.
Kesuksesan itu lantas diinginkan Ganjar Pranowo untuk membuka akses bagi para penyandang disabilitas. Ganjar Pranowo ingin kaum disibalitas mempunyai kesetaraan dalam segala aspek, sehingga penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rajadiansyah mengapresiasi keinginan Ganjar, yang ingin memberikan akses luas bagi para penyandang disabilitas. Ia meyakini, hal itu akan menghapus stigma diskriminatif bagi para penyandang disabilitas.
"Dengan adanya kebijakan Pak Ganjar itu saya rasa mengubah persepsi, mengubah pandangan bahwa penyandang disabilitas punya kemampuan," kata Trubus dihubungi JawaPos.com, Selasa (3/10).
Trubus menjelaskan, pemerintah ke depan seyogianya sangat bisa membuka peluang kerja bagi para penyandang disabilitas. Terutama pada ASN dan juga perusahaan swasta.
Menurutnya, cara pandang kepada para penyandang disabilitas bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi lebih kepada kompetensi. Ia menyebut, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN setidaknya terdapat tiga kompetensi yang harus dipenuhi, di antaranya kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial budaya.
"Penyandang disabilitas kan bisa punya tiga kompetensi itu," papar Trubus.
Trubus lantas mencontohkan, sosok Putri Ariani seorang penyandang disabilitas yang sukses pada ajang pencarian bakat America's Got Talent. Putri Ariani dinilai bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap para disabilitas.
Oleh karena itu, Trubus pun mendorong pemerintah ke depan dapat memberikan akses luas kepada para penyandang disabilitas. Karena itu, ia meminta Ganjar Pranowo bisa konsen dalam isu-isu tersebut.
"Disabilitas ini punya produktifitas otomatis akan ada efek, kemudian makro secara publik, dan akan mengubah pandangan publik yang sebelumnya diskriminatif," urai Trubus.
Sementara itu, Ganjar Pranowo mengungkapkan rencananya untuk memberikan peluang kerja yang lebih besar kepada kelompok disabilitas di Indonesia. Ganjar menyampaikan dalam acara temu kangen dengan disabilitas di Badan Unit Usaha Mandiri, Posko Perjuangan Rakyat (Bumi Pospera) di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur belum lama ini.
Gagasan penting untuk memberikan kuota khusus disabilitas dalam pemerintahan dan perusahaan, bertujuan untuk mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi kaum disabilitas.
“Mesti ada kewajiban perusahaan, pemerintah, kalau perlu dikasih kuota. Inilah Tindakan afirmasi agar mereka juga bisa bekerja. Nah kita mesti menyiapkan mereka, agar mereka juga siap,” ucap Ganjar.
Selain membuka akses lapangan pekerjaan, Ganjar juga menekankan pentingnya persiapan SDM disabilitas agar dapat menjadi SDM yang unggul. Hal ini dilakukan dengan pelatihan dan peningkatan keterampilan, agar mereka dapat siap mengisi posisi yang tersedia.
"Mereka ini butuh pendampingan, dan saya juga sangat mengapresiasi para pendamping yang sudah melakukan inisiasi dalam membuat usaha ini," pungkas Ganjar.