
THINK TANK KOALISI: Dari kiri, Wakil Ketua TPN Gatot Eddy Pramono, Wakil Ketua TPN Andika Perkasa, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Plt Ketum PPP Mardiono, dan Ketua Harian DPP Perindo TGB Zainul Majdi.
JawaPos.com – Para ketua umum partai politik (parpol) pendukung Ganjar Pranowo mengadakan rapat perdana di Gedung High End, Jakarta Pusat, kemarin (13/9). Namun, pertemuan itu belum menghasilkan nama bakal cawapres yang akan mendampingi Ganjar pada Pilpres 2024.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), dan Plt Ketua Umum PPP Mardiono. Ada pula Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Arsjad Rasjid, Wakil Ketua TPN Jenderal (Purn) Andika Perkasa, dan eks Wakapolri Komjen (Purn) Gatot Eddy Pramono.
Mardiono mengungkapkan, dalam rapat itu, setiap partai menyampaikan kondisi kader dan pendukungnya di bawah. Sesuai dengan arahan Megawati, kata Mardiono, semua partai pendukung harus mulai bekerja.
Terkait dengan nama cawapres Ganjar, sampai rapat itu bubar, belum ada nama yang diputuskan. Mardiono menyatakan, pembahasan cawapres masih hangat. Menurut dia, yang diutamakan bukan orang, nama, dan dari kelompok mana. Namun, yang diprioritaskan adalah kapasitas tokoh. Sosok itu harus menjadi pasangan yang bisa membawa kemenangan bagi Ganjar.
”Jadi, lebih utamanya kami membahas kriteria-kriteria kemampuan. Orang yang mumpuni betul untuk membawa kemenangan terhadap perjuangan ini dan bisa menjawab tentangan-tantangan bangsa ke depan. Itu yang paling utama,” paparnya.
Soal nama, lanjut Mardiono, ada beberapa tokoh yang potensial. Di antaranya, Sandiaga Uno, Mahfud MD, Andika Perkasa, dan TGB Muhammad Zainul Majdi. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, selain empat nama di atas, ada pula nama mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Terkait dengan waktu diumumkannya cawapres Ganjar, Hasto menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu momen yang tepat. ”Akan disampaikan pada waktu yang tepat dan itu pasti menang satu putaran. Itu harapan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membenarkan bahwa kans Ridwan Kamil untuk berpasangan dengan Ganjar semakin kuat. Doli mengungkapkan, RK menceritakan kepada Airlangga telah dipanggil Megawati. Dalam pertemuan itu, Mega menyampaikan tawaran agar RK menjadi wakil Ganjar. ”Pak RK mengatakan kepada ketua umum kami, dia dipanggil, diundang Ibu Megawati, nah kemudian ditawari menjadi Wapres,” ungkapnya. Salah satu pertimbangannya, RK memiliki basis suara yang kuat di Jawa Barat, salah satu tempat strategis yang menjadi kelemahan Ganjar.
Meski sudah ada tawaran, lanjut Doli, sikap Golkar tidak berubah. Yakni, mendorong Airlangga Hartarto maju dalam pilpres. ”Jadi, kalau soal pilpres, kami sampai sekarang belum mengubah keputusan. Satu-satunya nama untuk kami nominasikan sebagai capres atau cawapres masih Pak Airlangga Hartarto,” tegasnya. (lum/far/tyo/c14/oni)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
