Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2023 | 23.38 WIB

Gara-gara Tak Komunikasi Pilih Cak Imin Jadi Cawapres, PKS Minta Anies Perbaiki Cara Komunikasi

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. - Image

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini.

 
JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan yang telah memilih Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tanpa memberitahu PKS dan Partai Demokrat. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta Anies untuk memperbaiki cara berkomunikasi dengan partai politik (parpol) pendukung.
 
“Bagus Kalau itu disadari, ke depan sebaiknya tidak boleh terulang. Nih komunikasi ke depan diperbaiki,” kata Jazuli Juwaini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9). 
 
Menurut Jazuli, komunikasi dalam koalisi menuju pencalonan bakal capres dan cawapres sangat penting, termasuk memilih Cak Imin sebagai bakal cawapres. Ia mengibaratkan sepasang remaja yang hendak melangsungkan pernikahan. 
 
“Begini ya. Ente nih masih bujangan kan? Sebelum ente menikah, ente bahas dua keluarga calon itu. Beda kalau 'besok kawin lu sama sih ini', umpamanya, kan beda kan?“ ungkap Jazuli.
 
 
“Tapi buat PKS karena lebih mengedepankan kepentingan bangsa, dan negara dan kebersamaan, sudahlah, itu kita kasih catatan saya. Nih komunikasi ke depan diperbaiki. Gitu,” imbuhnya.
 
 
Sebelumnya, Anies Baswedan mengakui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berperan besar dalam perjodohan dirinya dengan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan capres-cawapres 2024. Namun, Anies membantah dirinya disebut petugas partai.
 
"Apabila Pak Surya Paloh mengajukan nama yang tidak relevan dengan usaha pemenangan dan saya harus melaksanakannya maka saya petugas partai, semata-mata menjalankan," ungkap Anies saat berbincang dengan Najwa Shihab, Senin (4/9) malam.
 
Anies menilai, penawaran Muhaimin Iskandar sebagai bakal cawapres merupakan solusi dan menjawab kebutuhan untuk mengunci suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
“Jadi kalau yang ditawarkan itu bukan solusi dan saya melaksanakan, itu namanya petugas partai. Tidak ada relevansinya terhadap untuk kemudian menyetujui. Tapi kalau itu solusi maka ini sesuatu yang masuk akal untuk dibicarakan," pungkas Anies.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore