Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Agustus 2023 | 05.58 WIB

Ngaku Tak Kaget, Usman Hamid: Sejak 2009 Budiman Sudah Suka Prabowo

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid.(Haritsah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Media sosial diramaikan dengan seruan dari kelompok yang mengatasnamakan Mahasiswa Indonesia. Mereka menantang aktivis 98, Adian Napitupulu dan Budiman Sudjatmiko untuk melakukan debat secara terbuka terkait siapa dalang penculikan aktivis 98. 

Bagi Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid, seruan terkait perdebatan tersebut tentu boleh saja dilakukan. Salah satu tujuannya adalah untuk mencari titik terang soal aktor di balik penculikan 98.

“Perdebatan semacam itu boleh saja dilakukan untuk menjadi forum pencerahan publik,” kata Usman Hamid kepada wartawan, Selasa (22/8).

Kendati begitu, Usman tetap yakin bahwa perdebatan bukan merupakan jalan keluar dari kasus dugaan pelanggaran HAM yang sudah terjadi 35 tahun lalu itu.

“Tetapi yang lebih penting dari itu bukan diperdebatkan tetapi diselesaikan. Kira-kira begitu,” tandasnya.

Ditengarai undangan debat terbuka ini terjadi karena Budiman belum lama ini memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2024. Budiman bahkan langsung mendeklarasikan Relawan Prabu (Prabowo-Budiman bersatu). 

Usman Hamid tak kaget dengan adanya dukungan dari Budiman ke Prabowo. Sepengetahuan dia, Budiman memang sudah sejak lama kagum akan sosok Prabowo Subianto.

“Tidak mengagetkan karena sudah sejak 2009 begitu, hanya belum ganti baju Gerindra saja. Budiman memang sudah suka dengan Prabowo,” tandasnya. 

Sementara itu, pengamat politik Emrus Sihombing menilai wajar adanya seruan debat terbuka tersebut. Apalagi keduanya memang sama-sama merupakan aktivis 98 yang melawan pelanggaran HAM dan berasal dari PDI Perjuangan.

“Sangat wajar (debat terbuka), Budiman dan Adian sama-sama tokoh pada saat itu. Sementara Budiman menyeberang dan mendukung Prabowo yang sejak dulu berseberangan dengan keduanya. Bahkan melalui pasukan mawarnya kan dikejar mereka,” terangnya.

Emrus menilai seruan debat dari para mahasiswa Indonesia tersebut juga merupakan bentuk kekecewaan imbas adanya sikap inkonsistensi dari Budiman terkait perjuangan mahasiswa, khususnya angkatan 98.

“Jadi pemicunya adalah ketika Budiman Sudjatmiko menyeberang dengan mendukung Prabowo yang sejak dulu dilawan oleh teman-teman pergerakan. Jadi Budiman sebagai triger. Karena dia tidak konsisten dalam perjuangannya. Itu yang didukung kan orang yang berseberangan,” tandasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore