Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Agustus 2023 | 00.51 WIB

Politikus PDIP Sebut Budiman Sudjatmiko Ingin Dipecat Agar Seolah Publik Menganggapnya Pahlawan

Budiman Sudjatmiko mundur dari posisinya sebagai direksi PTPN V usai masuk dalam TKN Prabowo-Gibran - Image

Budiman Sudjatmiko mundur dari posisinya sebagai direksi PTPN V usai masuk dalam TKN Prabowo-Gibran

 
JawaPos.com - Politikus PDI Perjuangan Deddy Sitorus menyebut, rekannya Budiman Sudjatmiko tidak mau mengundurkan diri dari PDIP karena menunggu dipecat oleh partai, usai memutuskan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Deddy, Budiman ingin menjadi pahlawan atau martir jika dipecat PDIP.
 
"Kan dia (Budiman) tidak mau mundur, maunya dipecat biar dia kayak pahlawan. Padahal kan dia sudah tahu kalau berbeda ya pilihannya cuma ada dua, mundur atau dipecat, jadi ya dia supaya naik harganya bisa jadi kayak martir, naik harga pasarannya, dia maunya dipecat, enak aja," kata Deddy kepada wartawan, Selasa (22/8).
 
Deddy mengaku aneh dengan cara berpikir Budiman yang mengaku berdarah PDIP dan mengikuti arahan kepemimpinan strategik yang diinginkan Ketum Megawati Soekarnoputri. Namun, Budiman tidak mengikuti keputusan partai soal capres yang diusung pada Pilpres 2024.
 
 
"Itulah yang namanya orang yang tidak waras. Kalau dia waras, dia ideologinya Ibu Mega, ya dia ikutin dong keputusan Ibu Mega. Kan itu kelihatan banget dia sudah tidak waras, sudah tidak mengerti lagi hal yang baik, hal yang benar gitu loh," tegas Deddy.
 
 
Menurut Deddy, seharusnya Budiman tahu diri jika sudah memiliki pilihan bakal capres berbeda dengan PDIP. Dia menilai, Budiman sudah dipecat seketika atau mengundurkan diri, saat pilihannya berbeda dengan keputusan partai.
 
"Kalau dia secara tegas, vulgar mendukung calon yang di luar rekomendasi partai, itu proses pemecatan biasa tidak berlaku. Itu pemecatan seketika, tidak perlu ditanya karena bukti-buktinya sudah jelas, dia menyatakan dukungan akan mendukung capres yang bukan dipilih partai, itu mah seketika pecat," pungkas Deddy.
 
Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko tidak ingin mundur dari PDIP usai mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Menurut Budiman, jika dirinya memilih opsi mundur, maka tidak bisa memberikan penjelasan terkait dirinya mendukung Prabowo Subianto.
 
"Untuk mundur saya? Enggak, ya bagi saya kalau mundur itu seperti malah saya tidak mendapatkan penjelasan, tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang menjadi argumen saya," ujar Budiman saat dihubungi wartawan, Senin (21/8) kemarin.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore