Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Agustus 2023 | 21.13 WIB

Budiman: Nggak Terpikir Pindah ke Gerindra, Saya PDIP Sejati

Budiman Sudjatmiko (tengah) - Image

Budiman Sudjatmiko (tengah)

 
JawaPos.com - Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko angkat suara terkait adanya ajakan berlabuh ke Partai Gerindra, setelah dirinya mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024. Dukungan terhadap Prabowo itu setelah Budiman mendeklarasikan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). 
 
"Nggak terpikir pindah (ke Partai Gerindra), saya masih PDIP, saya masih ada hak dan kewajiban. Saya ini merasa bahwa saya PDIP sejati," kata Budiman dihubungi wartawan, Senin (21/8).
 
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini mengaku sejak duduk di SMP sudah mempelajari dengan serius ajaran-ajaran Bung Karno. Karena itu, ia menekankan PDIP baginya bukan sekadar menjalankan karier politik semata.
 
 
"Saya sejak kelas 6 SD sudah ikut PDI, saya merasa ikut ajaran Bung Karno sejak SMP secara serius, jadi secara ideologis PDIP adalah alat perjuangan saya. Bukan sekedar organisasi tempat saya berkarier politik, bukan. Tapi organisasi ideologis," tegas Budiman.
 
Jika DPP PDIP memutuskan untuk memecat dirinya, kata Budiman, itu hanya status administratif. Namun, secara ideologis dirinya sangat Sukarnois.
 
"Jadi kalau saya dipecat, paling banter itu hanya akan menghapus status administratif saya sebagai PDIP, tapi ideologi saya sama," ucap Budiman.
 
Sementara itu, DPP PDIP hingga hari ini belum memutuskan untuk memecat Budiman Sudjatmiko. Padahal, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto telah menyampaikan bahwa Ketua Badan Kehormatan DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun akan menjatuhkan sanksi tegas kepada Budiman, pada Senin (21/8).
 
"Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai. Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto di sela-sela Rakerda III DPD PDIP Kalimantan Timur di Balikpapan, Minggu (20/8) kemarin.
 
Dia menegaskan, selama ini PDIP selalu mengedepankan etika politik. Bahkan, setiap orang yang masuk PDIP atas dasar kesukarelaan, bukan dibajak atau diiming-imingi.
 
"Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," pungkas Hasto.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore