
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani.
JawaPos.Com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani kemarin (26/8) menjadi menteri yang paling dicari oleh awak media di Jakarta. Penyebabnya adalah macetnya portal revolusimental.go.id yang baru diluncurkannya beberapa waktu lalu.
Hanya saja, Mbak Puan -sapaan akrabnya- memang tidak berada di Jakarta. Sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Puan sedang berkunjung ke Banjarnegara, Jawa Tengah untuk membuka Kongres Sungai Indonesia 2015 sekaligus Festival Serayu.
Politikus PDIP itu menganggap even itu penting demi mengingatkan masyarakat tentang pentingnya sungai. Menurutnya, sungai punya peran penting dalam peradaban sehingga semua pihak harus ikut menjaganya.
"Diperlukan perubahan cara pandang, cara kerja, dan cara hidup kita dalam menjadikan sungai sebagai pusat peradaban dan menjauhkan sungai dari tempat pembuangan sampah ataupun sebagai sumber bencana," kata Puan di Banjarnegara, Rabu (26/8).
Di acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo itu Puan mencontohkan sungai-sungai di dunia yang ikut menciptakan peradaban. Misalnya Sungai Tigris di Irak, sungai Thames di London dan Sungai Brahmaputra di India.
Sedangkan di Indonesia ada sungai-sungai besar dan ikut membentuk peradaban. Misalnya, Kali Brantas di Jawa timur, Kali Ciliwung di DKI Jakarta, Sungai Kapuas di Pontianak ataupun Sungai Mahakam di Samarinda.
Sayangnya, kata Puan, sungai-sungai yang telah menghidupi manusia sering tidak dijaga kelestariannya. Misalnya, menjadikan sungai untuk tempat pembuangan sampah dan limbah. “Perilaku manusia modern justru bertentangan dengan misi peradaban dan keberadaan sungai," ucapnya.
Bekas ketua Fraksi PDIP DPR itu mengungkapkan, bencana yang paling sering menerpa Indonesia justru selalu berkaitan dengan air. Antara lain banjir, tanah longsor, gelombang pasang hingga kekeringan. “Saya mengingatkan kembali bahwa bencana paling banyak terjadi di negara kita yaitu bencana hydrometeorologis dan klimatologis, sebesar 80 persen,” sebutnya.
Karenanya ia berharap melalui Kongres Sungai Indonesia 2015 dan Festival Serayu itu maka masyarakat pun semakin sadar tentang pentingnya sungai. “Untuk menekankan perbaikan fungsi sungai terhadap perkembangan sektor budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor-sektor lainnya, yang juga membantu mewujudkan salah satu agenda pembangunan nasional," ujarnya.(ara/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
