Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 17.03 WIB

Megawati Dipolisikan, Bukti Politik Indonesia Sedang Gaduh

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. - Image

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

JawaPos.com - Pidato Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berbuntut panjang ke kepolisian, setelah dia dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzzaman.


Baharuzzaman menuding putri sang proklamator itu melakukan penistaan agama. Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi mengeluhkan, saat ini banyak masyarakat yang saling lapor setelah Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan tersangka.


Menurut dia, saling lapor yang sedang dipertontonkan saat ini kental muatan politisnya, sehingga semakin membuat gaduh iklim politik di Indonesia. "Tidak baik saling lapor melapor, saling mengadukan dan ini akan menimbulkan kegaduhan yang tidak tahu ujung ceritanya," ujar Pangi kepada JawaPos.com, Rabu (25/1).


Menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu, tensi politik saat ini sedang tidak baik. Sehingga pihak kepolisian harus berhati-hati dalam menangani setiap perkara kasus. "Sehingga Polri jangan terlalu represif terlalu semangat," katanya.


Namun kendati demikian, dia mengharapkan kalau Megawati ingin diperiksa oleh pihak kepolisian demi tegaknya hukum silahkan saja. Asalnya ada bukti kuat kalimat mana yang dianggap menistakan agama. Sebab saling lapor yang terjadi saat ini kental dengan aroma politiknya. "Kalau misalkan Megawati mau diperiksa silahkan saja, ada apa enggak penistaan agama di sana," ungkapnya.


Sebelumnya, Baharuzzaman melaporkan Presiden kelima tersebut dalam kasus dugaan penistaan agama ‎ke Bareskrim Polri. Dalam laporannya, Baharuzzaman memperkarakan pernyataan Megawati yang isinya,"Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup memposisikan diri mereka sebagai pembawa self fulfilling‎ prophecy, atau para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang pasti akan terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, padahal, notabene mereka sendiri belum tentu melihatnya." (cr2/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore