
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengecek produk-produk UMKM usai menyampaikan pidato politikmelalui layar besar di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (14/7/2023) malam.
JawaPos.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belakangan merespons pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. AHY menyatakan, semestinya unsur pemerintah menerima kritik.
Sebelumnya, Luhut menyebut Demokrat kampungan. Kalimat itu muncul saat Luhut ditanya wartawan tentang kebenaran isu penjegalan bacapres Anies Baswedan oleh istana.
AHY mengatakan, dirinya sangat menghormati Luhut. Terlebih, Luhut adalah tokoh politik senior. "Saya menghormati kalau beliau menyampaikan itu," ujar AHY pada Sabtu (22/7) malam.
Putra presiden keenam RI itu menyebutkan, upaya penjegalan Anies bukan isapan jempol. Meski tidak membeberkan dengan jelas, AHY berani memastikan bahwa hal itu terjadi. Di kalangan elite juga banyak informasi yang beredar. Karena itu, pihaknya merasa berhak untuk menyampaikan kegelisahannya. "Jadi, kita hanya menyampaikan, kita tahu memang politik seperti ini," tuturnya.
Semestinya, lanjut AHY, orang-orang di pemerintahan menghargai kritik. Dia juga mengingatkan tentang tren menurunnya kualitas demokrasi di Indonesia. Hal itu terpotret dalam berbagai kajian lembaga. Salah satu penyebabnya adalah upaya pembungkaman.
AHY juga khawatir jika upaya penjegalan terhadap calon itu bisa kian menurunkan kualitas demokrasi Indonesia. Untuk itu, dia berharap ke depan tidak ada upaya-upaya mendesain kontestasi pilpres sesuai keinginan penguasa. ’’Yang boleh maju hanya A, B, kemudian yang tidak diinginkan penguasa kalau bisa jangan terjadi. Rasanya nggak sehat,’’ terangnya.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menambahkan, ada beberapa indikasi penjegalan itu. Salah satunya, upaya kudeta Partai Demokrat yang hingga kini masih berlangsung. Dia merasa heran dan mempertanyakan sikap Presiden Jokowi yang mempertahankan Moeldoko sebagai kepala staf kepresidenan (KSP). ’’Jadi, wajar publik menilai Pak Jokowi campur tangan. Karena ada orang terdekat di lingkarannya yang terus berupaya mengambil apa yang bukan haknya,’’ papar Herzaky.
Dia pun berharap Luhut memberikan masukan kepada Jokowi agar mengganti posisi Moeldoko. ’’Jangan mengambil apa yang bukan haknya,’’ ucapnya. Dengan demikian, hal itu dapat menghilangkan kesan bahwa Presiden Jokowi cawe-cawe. (far/c18/hud)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
