Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2017 | 01.27 WIB

Kerap Intimidasi Hingga Pukuli Saksi, Nazaruddin Diistimewakan KPK

Mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, Yulianis - Image

Mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, Yulianis

JawaPos.com - Mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, Yulianis mengungkap sejumlah fakta saat hadir di rapat dengar pendapat dengan Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 


Disampaikan Yulianis, bekas bosnya itu kerap mengintimidasi karyawannya dari balik jeruji besi. Terutama bagi karyawannya yang ingin bersaksi di KPK. 


“Karyawan diatur kesaksiannya oleh Nazaruddin meskipun ia dipenjara. Anehnya kok KPK istimewa banget memperlakukan Nazaruddin," sebut Yulianis dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/7).


Salah satu yang mendapat intimidasi Nazar yakni Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang, yang saat ingin bersaksi pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata di Universitas Udayana tahun anggaran 2009.


Ketika akan bersaksi, Marisi mengaku diteror dan dipanggil Nazaruddin ke selnya. "Hari ini diperiksa, Pak Marisi dipanggil, kata-kata tidak sesuai dipukulin pakai BAP ini, suruh ganti, memukul menggunakan BAP," ungkap Yulianis berdasar cerita Marisi.


Dia mengaku audah melaporkan hal itu ke KPK. Namun, tidak ada tindak lanjutnya. "Kita sudah lapor (KPK), sudah dari awal dari kasus ini," bebernya.


Tak berhenti di situ, intimidasi juga dilakukan ketika Marisi ingin bersaksi untuk Anas Urbaningrum terkait proyek Hambalang di KPK. 


Marisi saat itu diminta berbohong oleh Nazaruddin terkait gratifikasi Mobil Harier yang diterima Anas tersebut dari proyek Hambalang.


Bahkan ketika bersaksi di KPK, tiba-tiba Nazaruddin datang ke ruang penyidikan. "Yang diperiksa Pak Marisi yang menerangkan Pak Nazaruddin jadi penyidik BAP dari keternangan Nazar," ucap Yulianis.


Sementara itu, dia juga membeberkan betapa bebasnya Nazaruddin di balik sel. Di Lapas Cipinang misalnya, ada ruangan ruangan khusus untuk berkumpul dengan teman-temannya. 


Lalu di Mako Brimob ada ruangan rapat di sebelah selnya. "Nah waktu di KPK memang agak ketat, tapi bisa keluar pura-pura ke rumah sakit, pas di rumah sakit itu teman-teman saya diintimidasi," jelas Yulianis.


Di Lapas Guntur pun, Nazaruddin katanya bisa dengan mudah menelepon orang. "Jadi Pak Nazar atur kesaksian dari karyawan sampai karyawan sendiri bersaksi, dijebloskan menjadi tersangka," bebernya.


Karena itu Yulianis memandang aneh drngan cara penanganan Nazaruddin hingga bocornya BAP saksi. 


"Nazar banyak berbohong di kesaksian di kasus lain termasuk kasusnya dia sendiri. Saya juga bingung dapat JC, padahal tahu KPK dia berbohong," pungkasnya. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore