Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Desember 2018 | 16.47 WIB

Anak Buah Tommy: Sami Mawon Sampai Sekarang KKN Tetap Merajalela

Mendiang Presiden Soeharto - Image

Mendiang Presiden Soeharto


JawaPos.com - Dua elite partai politik, yakni Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, dan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengungkapkan Presiden Indonesia ke-2 sebagai bagian dari awal maraknya korupsi di Indonesia pada Orde Baru silam.


Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Berkarya, Badarudin Andi Picunang mengatakan memang Soeharto kala menjadi kepala negara diturunkan karena dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Namun sampai saat ini yang ia pertanyakan korupsi masih terus terjadi. Bahkan malah semakin merajalela.


"Pak Harto memang diturunkan salah satunya karena KKN mau dikurangi, tapi sami mawon (sama saja) juga sampai kini. Toh KKN merajalela di mana-mana," ujar Badarudin saat dihubungi, Sabtu (1/12).


Partai Berkarya menurut Badaruddin juga mengaku mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Sehingga walaupun Berkarya membawa Soeharto dalam kampanye. Namun itu tidak berlaku untuk mendukung korupsi di Indonesia.


"Kami di Partai Berkarya tidak akan mendukung yang namanya korupsi dan bangkitnya PKI. Dan panutan kami Pak Harto, tak mungkinlah beliau jadi simbol itu," tegasnya.


Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah menilai korupsi berawal dari ditetapkannya tap MPR Nomor 11/1998. Di dalam aturan tersebut mengatur program pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Termasuk dengan mengadili terduga tersangka korupsi Presiden Soeharto.


Hal ini dikatakan Basarah setelah, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengkritisi maraknya korupsi di Indonesia. Bahkan dia menganggap perbuatan melawan pidana tersebut seperti kanker stadium empat.


"Jadi guru dari korupsi Indonesia, sesuai tap MPR Nomor 11 tahun 98, itu mantan Presiden Soeharto dan dia adalah mantan mertuanya pak Prabowo," ujar Basarah di Megawati Institute Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).


Basarah menilai bahwa korupsi yang terjadi di masa kini merupakan efek panjang dari tradisi korupsi di masa lampau. Dan memang praktik kotor ini merupakan benalu bagi bangsa Indonesia.


Tak lama berselang kini gilrian Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menyebut 'Bapak Pembangunan' itu sebagai simbol korupsi di Indonesia.


Karena para mahasiswa turun ke jalan melengserkan Soeharto dari jabatan kepala negara karena tiga hal, yakni korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).


"Itu fakta politik coba tanya semua orang yang aksi 1998 kenapa turunkan Pak Harto, ada tiga alasnnya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN)," ujar Raja Juli di DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat (30/11).


Kalaupun nantinya Antoni dilaporkan kepolisian, dia menyatakan tidak takut. Karena dahulu saat dirinya menjadi mahasiswa ikut turun ke jalan meminta Soeharto lengser karena KKN itu. Bukan karena alasan lain.


"Mahasiswa 98 termasuk saya di UIN Ciputat dulu menurunkan Pak Harto karena tiga hal yg melekat di Pak Harto yakni KKN, dia menjadi simbol korupsi kolusi dan nepotisme. Itu fakta politik baca saja koran zaman itu aksi mahasiswa. Termasuk Pak Amien Rais," katanya.


‎Namun demikian merujuk dari berbagai sumber, tuduhan tersebut belum terbukti karena Soeharto meninggal saat kasusnya bergulir. Pada Oktober 1999 lalu pemerintah Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie menyatakan tuduhan korupsi yang dilakukan Soeharto ti‎dak terbukti. Hal itu karena minimnya alat bukti.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore