Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 17.32 WIB

Prediksi Prancis U-17 vs Uzbekistan U-17, Awas Terpeleset di Stadion Manahan

Timnas Prancis U-17 saat menghadapi Senegal U-17. Pelatih Prancis U-17, Jean-Luc Vannuchi, masih buta akan kekuatan Uzbekistan U-17 di perempat final Piala Dunia U-17 2023. (LOC WCU17/BRY) - Image

Timnas Prancis U-17 saat menghadapi Senegal U-17. Pelatih Prancis U-17, Jean-Luc Vannuchi, masih buta akan kekuatan Uzbekistan U-17 di perempat final Piala Dunia U-17 2023. (LOC WCU17/BRY)

JawaPos.com – Timnas Prancis U-17 di atas kertas lebih diunggulkan ketimbang Uzbekistan U-17. Namun, bukan berarti Les Bleus muda bisa meremehkan kekuatan satu-satunya wakil Asia di Stadion Manahan Solo, Sabtu (25/11).

Jika bicara statistik, Prancis memang lebih diunggulkan bisa memenangi laga perempat final Piala Dunia U-17 2023. Mereka melaju setelah menjadi juara Grup E. Prancis tak terkalahkan dengan meraup poin sempurna (9) setelah menang atas Amerika Serikat, Burkina Faso, dan Korea Selatan.

Langkah Prancis pun tak terhenti di babak 16 besar, walau harus melaluinya hingga adu penalti. Prancis menang 5-3 (0-0), dan berhak melenggang ke perempat final.

Beda halnya dengan Uzbekistan yang harus lolos ke babak 16 besar lewat peringkat ketiga terbaik. Mereka kalah bersaing dengan Spanyol dan Mali di penyisihan Grup B.

Walau begitu, Uzbekistan membuat kejutan ketika menyingkirkan wakil Eropa, Inggris, di babak 16 besar dengan skor 2-1. Fakta itu pula yang membuat Prancis kini berpikir ulang.

Apalagi, Pelatih Prancis U-17 Jean-Luc Vannuchi mengaku masih buta dengan kekuatan lawan. Prancis baru pertama kali berhadapan dengan tim berjuluk Serigala Putih tersebut.

"Saya tidak tahu permainan mereka [Uzbekistan] itu seperti apa. Saya kira Uzbekistan adalah tim yang baru bagi kami," kata Vannuchi.

"Bila mereka mampu mengalahkan Inggris, artinya mereka adalah tim yang bagus. Kami akan mulai bekerja melakukan observasi untuk pertandingan-pertandingan Uzbekistan," ujarnya lagi.

Menjadi tim terakhir yang lolos ke perempat final, Vannuchi mengaku bahagia. Apalagi mereka harus melewati pertandingan yang sulit melawan Senegal U-17.

"Melawan Senegal U-17 adalah pertandingan yang melelahkan. Mereka bermain 'direct', filosofi bermain yang sangat berbeda dengan tim Eropa seperti kami. Ini membuat para pemain kelelahan terutama di babak kedua," katanya. 

Vannuchi menegaskan dirinya tetap melakukan evaluasi tim, terutama masalah di lini depan. Meski mendapat banyak peluang, tetapi mereka kesulitan mencetak gol.

"Di laga ini, kami mendapatkan bola, tapi juga langsung kehilangan bola itu. Hal ini tidak boleh terjadi lagi di laga selanjutnya," tukasnya. 

Bertanding di level ini, Vannuchi mengatakan jika dirinya mempersiapkan semua skenario. Termasuk adu penalti. Bahkan dia menyiapkan latihan khusus untuk tendangan penalti atau bagaimana cara mendapatkan poin atau gol dari "free kick".

"Ya tentu, semua skenario disiapkan. Kami latihan khusus. Bekerja setiap hari di turnamen dan berada dalam situasi tekanan yang keras akan sangat sulit, makanya kami latih. Meskipun nyatanya di lapangan tidak sama dengan latihan," katanya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore