
Perbedaan penampakan dari Bacuya dan Badak Jawa Asli (ksdae.menlhk.go.id/radar solo)
JawaPos.com – Maskot Piala Dunia U-17 2023 diberi nama Bacuya. Penamaan itu merupakan kepanjangan dari Badak Cula Cahaya.
Sebelumnya, Bacuya telah diperkenalkan pada 18 September 2023. Bacuya dipilih sebagai maskot dari Piala Dunia U-20 2023 yang gagal diselenggarakan di Indonesia.
Maskot yang menggunakan latar belakang badak bercula Jawa ini sempat dikenalkan oleh Ketua PSSI saat itu, Muhammad Iriawan, pada Minggu (18/9). “Badak bercula adalah hewan khas Indonesia, logonya juga sudah Indonesia banget,” ujar Muhammad Iriawan.
Badak bercula Jawa memiliki banyak julukan seperti badak Jawa, badak satu, badak sumbu, atau dalam bahasa latin disebut sebagai Rhinoceros Sondaicus.
Badak Jawa ternyata merupakan hewan langka yang hanya ditemukan di Indonesia dan juga menjadi salah satu prioritas konservasi di Indonesia.
Sedikit berbeda dengan badak bercula yang asli, Bacuya memiliki ciri fisik kulit berwarna ungu gelap, cula yang bercahaya, mengenakan sarung tangan dan sepatu, dan memakai jersey Indonesia.
Dari ciri fisiknya, badak Jawa ini sebenarnya memiliki genus yang sama dengan badak India yang memiliki kulit seperti baju zirah dengan motif mozaik.
Namun, ternyata badak Jawa merupakan badak yang ukurannya lebih kecil dari badak India dan memiliki panjang 3,1-3,2 meter, dan tinggi 1,4-1,7 meter.
Dalam beberapa artikel ditemukan bahwa badak Jawa jantan memiliki satu cula pendek yang berukuran 25 cm, sedangkan badak Jawa betina tidak memiliki cula sama sekali.
Badak Jawa merupakan satu dari lima spesies badak yang masih tersisa di dunia, kondisinya yang sangat langka membuat badak ini harus diberdayakan secara khusus oleh pemerintah melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
Bacuya yang mengusung filosofi dari badak Jawa yang pemalu dan pendiam ternyata memiliki sifat asli badak Jawa yang sama dengan aslinya.
Namun, fakta yang ada pada badak Jawa dari sifat pendiam dan pemalunya itu berasal dari faktor kelangkaan yang dihadapi oleh badak Jawa bercula satu ini.
Karakter asli badak Jawa sampai saat ini masih diteliti oleh para ahli di Indonesia, karena jumlahnya yang langka dan sampai saat ini belum memiliki predator yang memangsanya kecuali manusia yang memburu tanduknya.
Itu sebabnya badak Jawa terkenal dengan hewan yang sangat pemalu apabila dekat dengan manusia, dan itu pula yang menyebabkan sedikitnya penelitian tentang badak Jawa.
Di samping bentuk fisiknya yang mungil dan dengan sebutan pemalu, ternyata beberapa artikel menemukan bahwa badak Jawa dapat melahirkan dan bercinta di tempat terbuka.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
