Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 01.21 WIB

Pilih Bacuya Sebagai Maskot Piala Dunia U-17 2023, Intip Wajah dan Karakter Aslinya

Perbedaan penampakan dari Bacuya dan Badak Jawa Asli (ksdae.menlhk.go.id/radar solo) - Image

Perbedaan penampakan dari Bacuya dan Badak Jawa Asli (ksdae.menlhk.go.id/radar solo)

JawaPos.com – Maskot Piala Dunia U-17 2023 diberi nama Bacuya. Penamaan itu merupakan kepanjangan dari Badak Cula Cahaya.

Sebelumnya, Bacuya telah diperkenalkan pada 18 September 2023. Bacuya dipilih sebagai maskot dari Piala Dunia U-20 2023 yang gagal diselenggarakan di Indonesia.

Maskot yang menggunakan latar belakang badak bercula Jawa ini sempat dikenalkan oleh Ketua PSSI saat itu, Muhammad Iriawan, pada Minggu (18/9). “Badak bercula adalah hewan khas Indonesia, logonya juga sudah Indonesia banget,” ujar Muhammad Iriawan.

Badak bercula Jawa memiliki banyak julukan seperti badak Jawa, badak satu, badak sumbu, atau dalam bahasa latin disebut sebagai Rhinoceros Sondaicus.

Badak Jawa ternyata merupakan hewan langka yang hanya ditemukan di Indonesia dan juga menjadi salah satu prioritas konservasi di Indonesia.

Sedikit berbeda dengan badak bercula yang asli, Bacuya memiliki ciri fisik kulit berwarna ungu gelap, cula yang bercahaya, mengenakan sarung tangan dan sepatu, dan memakai jersey Indonesia.

Dari ciri fisiknya, badak Jawa ini sebenarnya memiliki genus yang sama dengan badak India yang memiliki kulit seperti baju zirah dengan motif mozaik.

Namun, ternyata badak Jawa merupakan badak yang ukurannya lebih kecil dari badak India dan memiliki panjang 3,1-3,2 meter, dan tinggi 1,4-1,7 meter.

Dalam beberapa artikel ditemukan bahwa badak Jawa jantan memiliki satu cula pendek yang berukuran 25 cm, sedangkan badak Jawa betina tidak memiliki cula sama sekali.

Badak Jawa merupakan satu dari lima spesies badak yang masih tersisa di dunia, kondisinya yang sangat langka membuat badak ini harus diberdayakan secara khusus oleh pemerintah melalui Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Bacuya yang mengusung filosofi dari badak Jawa yang pemalu dan pendiam ternyata memiliki sifat asli badak Jawa yang sama dengan aslinya.

Namun, fakta yang ada pada badak Jawa dari sifat pendiam dan pemalunya itu berasal dari faktor kelangkaan yang dihadapi oleh badak Jawa bercula satu ini.

Karakter asli badak Jawa sampai saat ini masih diteliti oleh para ahli di Indonesia, karena jumlahnya yang langka dan sampai saat ini belum memiliki predator yang memangsanya kecuali manusia yang memburu tanduknya.

Itu sebabnya badak Jawa terkenal dengan hewan yang sangat pemalu apabila dekat dengan manusia, dan itu pula yang menyebabkan sedikitnya penelitian tentang badak Jawa.

Di samping bentuk fisiknya yang mungil dan dengan sebutan pemalu, ternyata beberapa artikel menemukan bahwa badak Jawa dapat melahirkan dan bercinta di tempat terbuka.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore