
Luis de la Fuente membawa timnas Spanyol meraih gelar juara piala dunia. (Instagram @sefutbol)
JawaPos.com - Luis de la Fuente menjadi salah satu contoh nyata bahwa kesabaran dan konsistensi dapat mengubah perjalanan karir seseorang. Pelatih tim nasional Spanyol itu tidak langsung mencapai puncak. Sebaliknya, dia harus melewati masa-masa sulit sebelum akhirnya menjadi salah satu pelatih paling sukses di sepak bola dunia.
Lima belas tahun lalu, situasi Luis de la Fuente jauh berbeda dibanding sekarang. Pada 2011, kontraknya bersama Deportivo Alaves B yang saat itu bermain di kasta ketiga Liga Spanyol berakhir. Setelah itu, dia tidak memiliki pekerjaan sebagai pelatih dan harus menunggu kesempatan baru.
Kesempatan tersebut datang dua tahun kemudian. Pada 2013, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) membuka lowongan untuk mencari pelatih tim nasional kelompok umur. Luis De la Fuente memutuskan untuk melamar posisi tersebut. Keputusan sederhana itu ternyata menjadi titik balik terbesar dalam perjalanan karirnya.
Baca Juga:Sambut Musim 2026/27, Persiraja Siapkan Program Latihan Bertahap Demi Tampil Lebih Kompetitif
Setelah dipercaya menangani tim nasional junior Spanyol, De la Fuente mulai membangun fondasi yang kuat. Dia dikenal sebagai pelatih yang mampu mengembangkan pemain muda dengan pendekatan yang sabar dan disiplin.
Banyak talenta muda Spanyol yang berkembang di bawah arahannya sebelum akhirnya menjadi tulang punggung tim senior. Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Pada 2015, ia sukses membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-19.
Empat tahun kemudian, giliran trofi Piala Eropa U-21 berhasil dipersembahkan. Keberhasilan itu membuat namanya semakin diperhitungkan di lingkungan sepak bola Spanyol. Kepercayaan yang diberikan federasi terus berlanjut hingga akhirnya De la Fuente dipercaya menangani tim nasional senior. Bersama La Roja, dia berhasil mengembalikan kejayaan Spanyol di level internasional.
Prestasi pertamanya bersama tim senior datang saat menjuarai UEFA Nations League 2023. Setahun kemudian, Spanyol kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar juara EURO 2024.
Puncak perjalanan tersebut hadir pada 2026 ketika De la Fuente sukses mengantar Spanyol menjadi juara Piala Dunia FIFA. Gelar itu melengkapi perjalanan panjangnya yang dimulai dari bangku pelatih tim muda hingga membawa negaranya menjadi yang terbaik di dunia.
Kesuksesan Luis de la Fuente juga menjadi bukti pentingnya proses dalam membangun sebuah tim. Dia tidak meraih hasil instan, tetapi berkembang selangkah demi selangkah bersama generasi pemain yang dibinanya sejak usia muda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
