
Misi Gregor Kobel redam Lionel Messi yang diprediksi kembali menjadi pembeda saat Argentina menghadapi Swiss pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City. (Instagram @gregorkobel)
JawaPos.com - Timnas Argentina menghadapi Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. Duel ini menjadi ujian berat bagi Swiss yang harus menghentikan pengaruh Lionel Messi jika ingin menghentikan langkah juara bertahan menuju semifinal.
Timnas Argentina datang ke babak delapan besar piala dunia dengan modal kemenangan dramatis yang menunjukkan mental juara. Tim asuhan Lionel Scaloni memang belum tampil sempurna sepanjang fase gugur, tetapi selalu mampu menemukan jalan keluar pada saat-saat krusial.
Saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, timnas Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga memasuki 10 menit terakhir pertandingan. Lionel Messi yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti bangkit dengan memberikan assist untuk Cristian Romero, mencetak gol penyeimbang, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis 3-2.
Sebelumnya, timnas Argentina juga dipaksa bekerja keras menghadapi debutan Cape Verde. Albiceleste baru memastikan kemenangan 3-2 melalui gol bunuh diri Diney pada babak tambahan setelah pertandingan berlangsung sengit hingga extra time.
Performa tersebut menunjukkan kualitas Argentina dalam menghadapi tekanan di fase gugur. Namun, Lionel Scaloni juga memiliki pekerjaan rumah karena lini belakang timnya telah kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir.
Swiss kembali membuktikan diri sebagai salah satu tim paling disiplin di Eropa. Meski tidak selalu tampil atraktif, tim besutan Murat Yakin mampu menjaga organisasi permainan dengan sangat baik sepanjang turnamen.
Pada babak 16 besar, Swiss menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Ruben Vargas menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak penalti penentu yang membawa Swiss mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Kepercayaan diri Swiss meningkat berkat catatan lima pertandingan terakhir yang cukup impresif. Mereka meraih tiga kemenangan, sekali imbang, dan lolos dari duel ketat melawan Kolombia berkat ketenangan dalam adu penalti.
Meski demikian, Swiss tetap kehilangan Johan Manzambi yang absen akibat cedera. Absennya pemain tersebut mengurangi kreativitas lini depan, sehingga beban serangan diperkirakan bertumpu kepada Breel Embolo, Ruben Vargas, dan Dan Ndoye.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
