
Timnas Argentina sukses melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. (Instagram @afaseleccion)
JawaPos.com - Statistik menarik muncul dari pertandingan perempat final Piala Dunia. Kali ini bukan soal jumlah gol atau penguasaan bola, melainkan perbandingan antara jumlah pelanggaran yang dilakukan setiap tim dengan kartu kuning yang mereka terima sepanjang turnamen.
Data tersebut memperlihatkan adanya perbedaan yang cukup mencolok di antara delapan tim yang berhasil mencapai babak perempat final piala dunia. Beberapa tim tercatat lebih cepat mendapat kartu kuning meski melakukan pelanggaran dalam jumlah sedikit, sementara tim lainnya membutuhkan jauh lebih banyak pelanggaran sebelum akhirnya diganjar kartu oleh wasit.
Inggris menjadi tim dengan rasio paling tinggi dalam menerima kartu kuning. The Three Lions rata-rata memperoleh satu kartu kuning setiap melakukan tujuh pelanggaran. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kontestan perempat final.
Di bawah Inggris ada Maroko yang menerima satu kartu kuning setiap 9,8 pelanggaran. Belgia menyusul dengan rata-rata satu kartu kuning setiap 10 pelanggaran, sedangkan Swiss mencatat satu kartu setiap 11,5 pelanggaran.
Prancis di posisi berikutnya dengan rata-rata satu kartu kuning untuk setiap 12,2 pelanggaran. Sementara itu, Norwegia membutuhkan sekitar 13,6 pelanggaran sebelum menerima satu kartu kuning dari wasit.
Spanyol menjadi salah satu tim yang relatif jarang mendapat kartu. La Roja baru menerima satu kartu kuning setelah rata-rata melakukan 17,5 pelanggaran.
Yang paling mencuri perhatian adalah Argentina. Tim berjuluk Albiceleste tercatat membutuhkan rata-rata 22 pelanggaran untuk menerima satu kartu kuning. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh tim yang lolos ke babak delapan besar.
Perbedaan rasio tersebut kemudian ramai diperbincangkan oleh pencinta sepak bola. Banyak yang mempertanyakan apakah gaya bermain masing-masing tim menjadi penyebab utama, atau justru dipengaruhi karakter wasit yang memimpin pertandingan.
Meski demikian, statistik ini tidak serta-merta membuktikan adanya perlakuan berbeda terhadap tim tertentu. Keputusan wasit dalam mengeluarkan kartu kuning tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari jenis pelanggaran, tingkat bahaya, intensitas permainan, hingga situasi pertandingan saat insiden terjadi.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
