
Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps. (@_BeFootball/X)
JawaPos.com - Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps mengakui panasnya cuaca di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, memengaruhi intensitas permainan anak-anak asuhnya pada laga 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Paraguay, Sabtu.
"Panas pasti punya dampak (ke pemain-red). Pertandingan menjadi lebih sulit," ujar Deschamps seusai laga.
Partai Prancis versus Paraguay berlangsung di tengah panas terik terutama pada babak pertama, di mana hanya setengah lapangan yang terlindung dari sinar matahari.
Saat itu, suhu di Stadion Phildelphia mencapai 37 derajat Celcius.
Situasi mulai menyejuk seusai turun minum. Hal tersebut meningkatkan mutu serangan Prancis sehingga mereka melesakkan gol melalui sepakan penalti Kylian Mbappe (70').
Meski demikian, Deschamps masih kurang senang dengan kualitas permainan anak-anak asuhnya.
Dengan lini serang yang disebutnya berkualitas sangat baik, Prancis semestinya bisa menang dengan jarak skor yang lebih jauh.
"Kami seharusnya bisa bermain lebih cepat," tutur dia.
Di atas semuanya, Deschamps menilai Prancis dan Paraguay sudah menyajikan pertarungan yang bagus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
