
Gianluca Prestianni saat berduel dengan Vinicous Junior jadi awal mula Prestianni Law, aturan kontroversial FIFA terkait pemain yang menutupi mulut saat konfrontasi di lapangan. (Instagram @gianlucaa_11)
JawaPos.com — Pada Piala Dunia 2026, FIFA mulai menerapkan Prestianni Law setelah Miguel Almirón dari Paraguay mendapat kartu merah saat menutupi mulutnya dalam sebuah konfrontasi di lapangan.
Regulasi yang lahir dari upaya memerangi ujaran diskriminatif itu langsung memicu perdebatan karena wasit dapat menghukum pemain tanpa harus membuktikan secara pasti kata-kata yang diucapkan.
Baca Juga:Dicoret dari Skuad Inggris, Harry Maguire Pilih Jualan Stiker Koleksi Piala Dunia di New York
Peraturan tersebut menjadi salah satu kebijakan paling kontroversial yang muncul dalam sepak bola internasional sepanjang 2026.
Di satu sisi FIFA ingin memperkuat perlindungan terhadap pemain dari pelecehan verbal, namun di sisi lain muncul kekhawatiran terkait asas pembuktian dan potensi kesalahan keputusan di lapangan.
Prestianni Law merupakan usulan regulasi yang memungkinkan wasit memberikan hukuman kepada pemain yang sengaja menutupi mulutnya saat beradu argumen dengan lawan.
Tindakan menutupi mulut dianggap sebagai upaya menyembunyikan ucapan yang berpotensi mengandung hinaan, diskriminasi, atau ujaran kebencian.
Selama bertahun-tahun, menutupi mulut dengan tangan atau jersey menjadi pemandangan biasa dalam pertandingan sepak bola. Banyak pemain melakukannya agar percakapan mereka tidak dapat dibaca kamera maupun ahli pembaca gerak bibir.
Masalah muncul ketika terjadi dugaan penghinaan rasial, homofobik, atau bentuk pelecehan lainnya. Ketika mulut tertutup, otoritas disiplin kesulitan memperoleh bukti yang cukup untuk memastikan apa yang sebenarnya diucapkan.
Akibatnya, investigasi pascapertandingan sering bergantung pada kesaksian pemain, laporan wasit, dan interpretasi rekaman video yang tidak lengkap.
Kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian dan membuat proses penegakan disiplin menjadi lebih rumit.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
