Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 06.43 WIB

Beda Nasib Jude Bellingham dan Miguel Almiron saat Tutup Mulut, Gelandang Timnas Inggris Selamat dari Kartu Merah

Jude Bellingham tertangkap kamera tutupi mulut saat bicara dengan Jordan Ayew. (Ulrik Pedersen/Le Parisien) - Image

Jude Bellingham tertangkap kamera tutupi mulut saat bicara dengan Jordan Ayew. (Ulrik Pedersen/Le Parisien)

JawaPos.com - Piala Dunia tahun ini menghadirkan aturan baru terkait larangan bagi pemain untuk menutupi mulut saat berbicara dengan lawan dalam situasi tertentu. Aturan itu memungkinkan wasit mengeluarkan kartu merah jika tindakan itu dilakukan dalam konteks konfrontatif.

Implementasi aturan itu pun sudah terlihat dalam turnamen. Gelandang Paraguay Miguel Almiron menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah karena menutupi mulut ketika berbicara dengan Mert Muldur di tengah situasi pertandingan yang memanas. Tindakan itu pun dinilai konfrontatif oleh wasit.

Namun, situasi berbeda terjadi dalam laga Inggris kontra Ghana pada Rabu (24/6). Gelandang timnas Inggris Jude Bellingham tidak mendapat hukuman meski sempat terlihat menutupi mulut saat berbicara dengan pemain Ghana Jordan Ayew. Sehingga mengundang pertanyaan terkait konsistensi penerapan aturan baru itu.

Dilansir dari TNT Sports, Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina mengungkapkan, tindakan menutup mulut tidak serta-merta dianggap pelanggaran. Collina menegaskan bahwa konteks komunikasi menjadi faktor utama dalam penilaian.

“Pemain tetap boleh menutupi mulut dengan lengan atau jersey saat berbicara, karena itu bisa saja percakapan biasa. Namun, jika percakapan itu bersifat konfrontatif, maka tindakan tersebut dapat dianggap sebagai sesuatu yang salah dan berpotensi berujung kartu merah,” ujar Collina sebelum turnamen resmi dimulai.

Dalam kasus Bellingham, percakapan yang terjadi dinilai tidak bersifat konfrontatif, sehingga tidak memenuhi kriteria pelanggaran. Sementara itu, Bellingham juga terlibat dalam insiden lain saat laga Inggris melawan Ghana yang berakhir imbang 0-0.

Pada babak pertama, Bellingham terlibat adu argumen dengan pelatih Ghana Carlos Queiroz usai melakukan pelanggaran terhadap Jerome Opoku di dekat area teknis. Ketegangan sempat meningkat sebelum akhirnya diredam oleh rekan setim Bellingham, Morgan Rogers.

Queiroz mengungkapkan bahwa insiden itu dipicu oleh reaksi emosional Bellingham. “Dia bereaksi buruk dengan beberapa kata yang tidak pantas, itu yang memulai semuanya. Saya hanya ingin mengingatkan agar ia lebih tenang karena tekel tersebut bisa berujung kartu kuning kedua atau bahkan kartu merah,” kata Queiroz.

Meskipun demikian, ketika ditanya wartawan terkait hal apa yang dikatakan Bellingham, Queiroz mengatakan bahwa itu bukan sesuatu yang penting. Sang pelatih memaklumi dan menyebutnya sebagai bagian dari emosi dalam pertandingan sepak bola.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore