
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)
JawaPos.com - Piala Dunia 2026 menghadirkan pemandangan yang cukup berbeda dibandingkan edisi sebelumnya di Qatar pada 2022. Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat adalah durasi tambahan waktu atau injury time yang kini jauh lebih singkat.
Pada Piala Dunia 2022, penonton sudah terbiasa melihat tambahan waktu mencapai 10 hingga 12 menit, bahkan lebih, dalam satu pertandingan.
Saat itu FIFA memang menerapkan instruksi yang lebih ketat kepada wasit untuk menghitung seluruh waktu yang hilang akibat pergantian pemain, selebrasi gol, perawatan cedera, hingga berbagai bentuk penundaan permainan.
Baca Juga:Prediksi Brasil vs Haiti di Piala Dunia 2026: Selecao Wajib Menang Besar Demi Puncak Klasemen Grup C
Namun situasinya berbeda di Piala Dunia 2026. Rata-rata tambahan waktu kini hanya berada di kisaran empat hingga enam menit per pertandingan.
Menariknya, angka tersebut sudah termasuk jeda water break yang dalam beberapa laga bisa berlangsung hingga tiga menit.
Lalu apa yang menyebabkan perubahan ini?
Salah satu faktor terbesar adalah sejumlah kebijakan baru yang dirancang untuk mengurangi pemborosan waktu selama pertandingan berlangsung.
FIFA dan IFAB dalam beberapa tahun terakhir memang terus berupaya meningkatkan effective playing time atau waktu bola benar-benar dimainkan.
Salah satu aturan yang cukup terasa dampaknya adalah pembatasan waktu bagi pemain yang mengalami cedera.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022