
Timnas Korea Selatan (Instagram @fifaworldcup)
JawaPos.com — Meksiko dan Korea Selatan akan berebut status juara Grup A di Estadio Guadalajara, Jumat pagi (19/6). Belajar dari Afrika Selatan, Korsel harus siap-siap diteror.
Kecintaan warga Meksiko terhadap sepak bola sangat kuat. Itu terlihat jelas di Stadion Mexico City saat 80.824 penonton memadati stadion dalam kemenangan 2-0 Meksiko atas Afrika Selatan.
Suporter tuan rumah Meksiko di laga itu langsung memberikan tekanan psikologis bahkan sebelum pertandingan dimulai. Mereka bersorak keras ketika nama-nama pemain Meksiko diumumkan.
Sebaliknya, ketika nama-nama pemain Afrika Selatan dipanggil, cemoohan menggema di seluruh stadion. Pola yang sama berlanjut setelah kick-off. Ketika pemain Meksiko mendapatkan bola, sorak-sorai dan tepuk tangan bergemuruh.
Sementara ketika Afrika Selatan mencoba menyerang, stadion bergema dengan "cemoohan". Ini adalah aspek penting yang harus diwaspadai Korsel dalam pertandingan melawan Meksiko yang tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir. Jika tak kuat melawan teror, mereka mungkin akan dilumat seperti Afsel.
"Saya menonton pertandingan Meksiko. Saya melihat bagaimana mereka bermain dengan dukungan antusias dari suporter kandang. Saya pikir itu akan menjadi beban bagi kami,” kata Pelatih Korsel, Hong Myung-bo dikutip dari The Chosun Daily.
Sang juru taktik mengakui bahwa mereka sedikit beruntung karena laga kontra Republik Ceko yang mereka menangi dengan skor 2-1 juga berlangsung di Estadio Guadalajara. “Setidaknya, saya pikir beruntung bahwa kami sudah pernah bermain sekali di stadion ini,” ujarnya.
Meski begitu, tekanan itu akan tetap ada. “Memang benar ada banyak tekanan bermain melawan tim tuan rumah. Meksiko menunjukkan performa yang bagus. Mereka bermain dengan dukungan banyak penggemar," ujarnya.
Hong Myung-bo memiliki satu pertanyaan yang harus diselesaikan jelang laga ini. Ia dapat mempercayai formasi tiga bek yang ia bangun di sekitar Kim Min-jae melawan Meksiko, atau kembali ke formasi empat bek yang dimainkan para pemainnya setiap minggu di klub mereka.
Baca Juga:Raul Jimenez Serasa Bangkit dari Kematian, Bintang Meksiko Bersinar Terang di Piala Dunia 2026
Hong mengatakan kepada wartawan bahwa satu rencana tetap membawa risiko di Piala Dunia. “Mengandalkan satu taktik saja itu sulit,” katanya soal kemungkinan formasi yang berbeda dikutip dari Tactics Journal.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
