Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 19.12 WIB

Tiga Poin Penting dari Hasil Imbang Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Kanada harus puas bermain imbang 1-1 melawan Bosnia and Herzegovina pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Berikut tiga catatan penting dari penampilan tim tuan rumah. (Instagram/@canadasoccer)

JawaPos.com - Kanada gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah saat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Bermain di BMO Field, Toronto, Jumat lalu, tim asuhan Jesse Marsch harus puas berbagi angka setelah ditahan Bosnia and Herzegovina dengan skor 1-1.

Atmosfer meriah sudah terasa bahkan sebelum kick-off. Penampilan sejumlah musisi ternama seperti Michael Buble, Alanis Morissette, dan Alessia Cara memanaskan suasana.

Sementara lebih dari 43 ribu suporter memadati stadion dengan lautan warna merah. Aktor Hollywood Ryan Reynolds juga terlihat hadir memberikan dukungan.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, Kanada masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Melansir Sports Illustrated, berikut tiga poin penting dari hasil imbang tersebut.

1. Bola Mati Masih Jadi Titik Lemah

Masalah terbesar Kanada dalam pertandingan ini datang dari situasi bola mati. Organisasi pertahanan mereka terlihat kurang siap dan terlalu reaktif saat menghadapi skema serangan Bosnia & Herzegovina.

Gol pembuka lawan pada menit ke-21 menjadi bukti nyata. Berawal dari sepak pojok Amar Memic, Sead Kolasinac dengan mudah memenangkan duel udara sebelum mengirim bola kepada Jovo Lukic yang lolos dari pengawalan Richie Laryea dan mencetak gol melalui sundulan.

Melihat postur dan kekuatan fisik pemain Bosnia and Herzegovina, situasi tersebut memang tidak mudah dihadapi. Namun, jika masalah ini tidak segera dibenahi, tim-tim dengan kualitas lebih tinggi di fase berikutnya bisa menghukum Kanada dengan cara yang sama.

Jesse Marsch jelas memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki koordinasi dan antisipasi anak asuhnya saat menghadapi bola mati.

2. Penyelesaian Akhir Masih Mengecewakan

Kanada sebenarnya memiliki cukup banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah yang terus menghantui mereka.

Jonathan David memperoleh kesempatan emas pada menit ke-17, tetapi tembakannya justru mengarah tepat ke pelukan kiper Nikola Vasilj. Peluang itu membuat Jesse Marsch terlihat frustrasi di pinggir lapangan.

Tani Oluwaseyi juga kesulitan memberikan ancaman berarti. Hal itu memunculkan pertanyaan mengapa Cyle Larin dan Promise David tidak dimainkan lebih awal.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore