Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2026 | 14.37 WIB

Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Bermasalah, Jaksa New York dan New Jersey Periksa FIFA

FIFA hadapi ancaman hukuman terkait penjualan tiket Piala Dunia 2026. (Instagram/@gianni_infantino) - Image

FIFA hadapi ancaman hukuman terkait penjualan tiket Piala Dunia 2026. (Instagram/@gianni_infantino)

JawaPos.com - Kantor Jaksa Agung negara bagian New York dan New Jersey resmi melakukan penyelidikan terhadap praktik penjualan tiket Piala Dunia 2026 oleh FIFA. Langkah itu ditandai dengan pengiriman surat panggilan (subpoena) kepada badan sepak bola dunia FIFA terkait sistem penjualan tiket yang menuai keluhan dari penggemar di seluruh dunia.

Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport dalam pernyataan resmi pada Rabu (27/5), menyatakan bahwa mereka secara khusus meminta rincian terkait penjualan tiket untuk delapan pertandingan yang akan digelar di MetLife Stadium, termasuk laga final Piala Dunia 2026.

Penyelidikan itu akan fokus pada berbagai persoalan yang muncul dalam proses penjualan tiket FIFA. Sejumlah keluhan dari penggemar menjadi dasar investigasi, mulai dari dugaan informasi peta stadion yang menyesatkan, perubahan kategori tiket, hingga kebijakan harga yang dinilai tidak transparan.

Dilansir dari The Athletic, kedua kantor jaksa menyebut adanya praktik yang membingungkan, termasuk penciptaan kategori kursi front row dengan harga lebih tinggi setelah jutaan tiket sebelumnya telah terjual. Selain itu, FIFA juga dinilai kurang terbuka dalam menjelaskan mekanisme penentuan kategori dan lokasi kursi.

Untuk mendukung penyelidikan, otoritas turut menggandeng New York City Department of Consumer and Worker Protection (DCWP). Lembaga itu membantu dalam proses pengumpulan dokumen dan informasi internal dari FIFA melalui mekanisme subpoena yang secara hukum mewajibkan pihak terkait menyerahkan data yang diminta.

Kontroversi tiket Piala Dunia itu sebenarnya telah berlangsung selama berbulan-bulan. FIFA diketahui telah menjual jutaan tiket dalam beberapa tahap sejak akhir tahun lalu dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan edisi Piala Dunia sebelumnya di semua kategori. Meski mendapat kritik, FIFA beberapa kali menaikkan harga tiket, termasuk pada November, setelah pengundian grup pada Desember, dan kembali saat fase penjualan terakhir dibuka pada April.

Selain harga, masalah juga muncul dari peta kategori tempat duduk. FIFA diketahui mengubah peta stadion dari satu fase penjualan ke fase berikutnya. Dalam beberapa kasus, pembeli tiket mendapatkan kursi yang sebelumnya termasuk kategori berbeda, sehingga menimbulkan kekecewaan.

Sejumlah penggemar mengaku merasa tertipu atau disesatkan, terutama karena adanya perbedaan antara peta standar dengan peta paket hospitality. Beberapa bagian strategis di tengah lapangan yang semula ditampilkan sebagai kategori umum, ternyata hanya tersedia melalui paket premium dengan harga jauh lebih mahal.

Harga paket hospitality itu dilaporkan berkisar antara 2.750 hingga 6.000 dolar AS (sekitar Rp 48 juta hingga Rp 106 juta) untuk fase grup. Sementara itu, tiket kategori biasa memberikan kesan bahwa penonton berpeluang mendapatkan kursi terbaik, meskipun pada kenyataannya kursi barisan depan justru dijual terpisah dengan harga dua hingga tiga kali lipat.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore