Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2026 | 05.24 WIB

Fatimah BEM UI Pertanyakan Anggaran Kuliah Gratis Bila Masih Prioritaskan MBG dan Kopdes

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 5 Ngawen, Blora. (istimewa) - Image

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 5 Ngawen, Blora. (istimewa)

JawaPos.com - Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra mempertanyakan sumber anggaran untuk merealisasikan wacana kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pasalnya, pemerintah masih memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. 

Ia mengingatkan, kebijakan pendidikan gratis harus disertai dukungan anggaran negara agar tidak membebani perguruan tinggi.

“Bagaimana ingin menggratiskan pendidikan kalau anggarannya masih diutamakan untuk program MBG dan kopdes misalnya? Lantas dari mana kira-kira anggaran untuk kuliah gratis ini akan dilaksanakan?” ujar Fatimah dalam unggahannya di Instagram, Selasa (3/11).

Ia mengakui bahwa wacana kuliah gratis merupakan langkah positif untuk memenuhi hak dasar masyarakat atas pendidikan. Namun, niat tersebut harus diikuti perencanaan dan metode pelaksanaan yang realistis agar kebijakan yang diambil tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi perguruan tinggi.

Fatimah menyoroti kondisi kampus yang saat ini dinilai masih kesulitan memenuhi kebutuhan pembiayaan. Bahkan, upaya mempertahankan uang kuliah tunggal (UKT) agar tidak naik disebut menjadi tantangan ketika anggaran pendidikan dari pemerintah pusat dipotong.

“Jangan sampai pemerintah membuat program gratis-gratis kepada kita semua, tapi kampus yang harus mencari dananya sendiri,” tegasnya.

Ia khawatir, kebijakan kuliah gratis tanpa jaminan pembiayaan yang memadai justru membuat perguruan tinggi semakin kesulitan secara finansial. 

Akibatnya, tujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat berpotensi tidak tercapai karena kampus tidak memiliki dukungan dana yang cukup untuk menjalankan operasionalnya.

“Jangan sampai niat untuk membuka kampus seluas-luasnya pada semua orang malah berakibat membunuh kampus karena tidak didukung dengan kondisi finansial yang mencukupi dari negara,” kata Fatimah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore