Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul
Selasa, 3 November 2026 | 23.40 WIB

Aksi Demonstrasi di Depan Kantor BGN: Warga Minta Perbaikan Program MBG segera Dilakukan

Sejumlah warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/11). (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Sejumlah warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/11). (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com - Sejumlah warga menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/11). Mereka mendesak agar realisasi pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara cepat dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda Satu Solihin Pure mengatakan, kritik yang disampaikan pihaknya bukan dalam bentuk penolakan terhadap program MBG, melainkan mendukung agar program tersebut dijalankan dengan maksimal.

"Kami ingin memastikan bahwa program yang memiliki tujuan mulia tersebut tidak kehilangan arah akibat persoalan kepemimpinan, lemahnya koordinasi, ketidakpastian kemitraan, dan kurangnya realisasi di lapangan," kata Solihin kepada wartawan.

Menurut Solihin, kebijakan suspend khusus terhadap 6.097 SPPG yang baru-baru ini dilakukan BGN berdampak pada berkurangnya jumlah penerima manfaat. Dia menilai, terhentinya penyaluran makanan dapat mengganggu akses masyarakat, terutama anak-anak yang mengandalkan program MBG.

Karena itu, Solihin meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pembenahan administrasi dan efisiensi anggaran saja, tetapi juga memastikan cakupan penerima manfaat terus meningkat. Adapun hingga Oktober 2026, cakupan penerima manfaat MBG tercatat sekitar 58 juta orang.

“Pembenahan itu oke, saya setuju. Tapi dari pembenahan itu juga harus juga ada peningkatan. Jangan pasif dong,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta BGN membuka data secara transparan mengenai jumlah dapur MBG yang sudah beroperasi, belum beroperasi, masih dalam pembangunan, dan belum memperoleh kepastian operasional.

"Kami juga mendesak BGN memberikan kepastian kepada mitra dan investor yang telah mengeluarkan modal dan mempersiapkan fasilitas dapur MBG," katanya.

Di sisi lain, Solihin juga meminta untuk dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan BGN baik itu sistem kemitraan, koordinasi, dan pelaksanaan operasional dapur MBG di seluruh Indonesia, sekaligus mendesak BGN membangun komunikasi dan koordinasi yang terbuka dengan para perintis, mitra, investor, serta seluruh elemen masyarakat yang sejak awal mendukung program MBG.

"Meminta pemerintah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program MBG agar tujuan program benar-benar tercapai dan tidak merugikan pihak-pihak yang telah berpartisipasi," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore