
Sejumlah pencari kerja memadati bursa kerja yang digelar oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Barat menggelar Job Fair atau bursa kerja Gelombang II tahun 2026 di GOR Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/09/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dihadapkan pada tantangan menjaga kesempatan kerja di tengah dinamika pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 63.789 tenaga kerja melaporkan terkena PHK sepanjang Januari–September 2026. Pada saat yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 7,22 juta orang masih menganggur per Mei 2026.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja baru, tetapi juga kemampuan pasar kerja menyerap kembali pekerja yang kehilangan pekerjaan.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang. Angka itu meningkat sekitar 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen pada periode yang sama.
Meski demikian, penurunan tingkat pengangguran belum cukup untuk menggambarkan seluruh kondisi pekerja. Kualitas pekerjaan, tingkat upah, kepastian status kerja, serta waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan baru juga menjadi indikator penting.
Baca Juga:Lulusan Kampus Tak Cukup Hanya Siap Kerja, Pengalaman Bisnis Jadi Bekal Ciptakan Lapangan Kerja
Kehilangan Pekerjaan, Kehilangan Penghasilan
Bagi Lin, 23 tahun, bukan nama sebenarnya, merasakan sulitnya mencari kerja setelah terkena PHK circa Juli 2025 lalu. Perempuan asal Cisauk, Kabupaten Tangerang, itu sebelumnya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan jasa perjalanan di kawasan Gading Serpong, Tangerang.
Dia kehilangan pekerjaan setelah perusahaan tempatnya bekerja mengalami masalah keuangan. Kondisi tersebut membuat perusahaan kesulitan mempertahankan kegiatan operasionalnya. Sekitar 10 karyawan terdampak PHK.
Sejak kehilangan pekerjaan, Lin langsung mencari lowongan baru. Namun, hingga sekitar setahun lebih berlalu, dia belum juga mendapatkan pekerjaan. Padahal, sudah ratusan lamaran telah dikirimkan ke berbagai perusahaan.
"Kendala terbesarnya adalah persaingan dalam proses rekrutmen dan kebutuhan untuk menyesuaikan kualifikasi dengan posisi yang tersedia," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (19/10).
Kehilangan pekerjaan memang tidak langsung mengguncang kondisi ekonomi keluarga Lin. Dia menyebut keuangan keluarganya masih stabil. Meski begitu, tidak adanya penghasilan tetap membuatnya harus lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan pribadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Prediksi Skor Everton vs Newcastle United: Tuan Rumah Tertekan, The Magpies Bidik Kemenangan
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Frosinone vs Lecce di Serie A: Ancaman Raimondo dan Masalah Pertahanan Tim Tamu
Prediksi Skor Frosinone vs Lecce: Canarini Bidik 4 Kemenangan Kandang Beruntun

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022