Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Dimas Choirul
Selasa, 20 Oktober 2026 | 07.00 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, PHK dan Pengangguran jadi Pekerjaan Rumah

Sejumlah pencari kerja memadati bursa kerja yang digelar oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Barat menggelar Job Fair atau bursa kerja Gelombang II tahun 2026 di GOR Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/09/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pencari kerja memadati bursa kerja yang digelar oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Barat menggelar Job Fair atau bursa kerja Gelombang II tahun 2026 di GOR Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/09/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dihadapkan pada tantangan menjaga kesempatan kerja di tengah dinamika pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 63.789 tenaga kerja melaporkan terkena PHK sepanjang Januari–September 2026. Pada saat yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 7,22 juta orang masih menganggur per Mei 2026.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja baru, tetapi juga kemampuan pasar kerja menyerap kembali pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang. Angka itu meningkat sekitar 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen pada periode yang sama.

Meski demikian, penurunan tingkat pengangguran belum cukup untuk menggambarkan seluruh kondisi pekerja. Kualitas pekerjaan, tingkat upah, kepastian status kerja, serta waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan baru juga menjadi indikator penting.

Kehilangan Pekerjaan, Kehilangan Penghasilan
Bagi Lin, 23 tahun, bukan nama sebenarnya, merasakan sulitnya mencari kerja setelah terkena PHK circa Juli 2025 lalu. Perempuan asal Cisauk, Kabupaten Tangerang, itu sebelumnya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan jasa perjalanan di kawasan Gading Serpong, Tangerang.

Dia kehilangan pekerjaan setelah perusahaan tempatnya bekerja mengalami masalah keuangan. Kondisi tersebut membuat perusahaan kesulitan mempertahankan kegiatan operasionalnya. Sekitar 10 karyawan terdampak PHK.

Sejak kehilangan pekerjaan, Lin langsung mencari lowongan baru. Namun, hingga sekitar setahun lebih berlalu, dia belum juga mendapatkan pekerjaan. Padahal, sudah ratusan lamaran telah dikirimkan ke berbagai perusahaan.

"Kendala terbesarnya adalah persaingan dalam proses rekrutmen dan kebutuhan untuk menyesuaikan kualifikasi dengan posisi yang tersedia," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (19/10).

Kehilangan pekerjaan memang tidak langsung mengguncang kondisi ekonomi keluarga Lin. Dia menyebut keuangan keluarganya masih stabil. Meski begitu, tidak adanya penghasilan tetap membuatnya harus lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan pribadi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore