
Guru Besar Humaniora UI Berkumpul menjelaskan kegiatan SNGB yang akan digelar pada 11-13 Agustus. (Febry Ferdian/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ambisi Indonesia mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi jangan sampai membuat humaniora dipinggirkan. Sebab, ketika manusia semakin bergantung pada artificial intelligence (AI), kemampuan berpikir kritis justru menjadi benteng agar teknologi tidak mengambil alih peran manusia.
Pesan itu mengemuka dalam diskusi menjelang Simposium Nasional Guru Besar Humaniora (SNGB) 2026 yang digelar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Simposium pertama di Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Kampus UI Depok.
Ketika hanya memberikan perhatian kepada science, technology, engineering, and mathematics (STEM), maka ada konsekuensi terutama terhadap masa depan generasi Indonesia menuju 2045.
Baca Juga:Gelar Wisuda untuk 1.098 Mahasiswa, UNSIA: Teknologi Adalah Jembatan Pemerataan Pendidikan
Guru Besar FIB UI Prof. Manneke Budiman menilai, ancaman terbesar bukan terletak pada keberadaan teknologi, melainkan ketika manusia mulai kehilangan kemampuan menggunakan pikirannya sendiri karena terlalu bergantung kepada mesin.
"Misi kami sekarang tugas besar kami itu adalah melawan arus proses yang membuat manusia itu direduksi menjadi seperti mesin," ujar Manneke.
Menurut Manneke, budaya instan yang semakin kuat saat ini tidak bisa dilepaskan dari cara kerja teknologi. Segala sesuatu dituntut serba cepat, mudah, dan menghasilkan sesuatu secara langsung.
"Jadi kalau kita sekarang itu misalnya mengeluhkan, kenapa sekarang ada budaya instan, segala-galanya mau cepat, ya karena mesin itu bekerja seperti itu," kata Manneke.
Kondisi tersebut, lanjut Manneke, bisa menjadi persoalan serius apabila manusia tidak lagi memberikan ruang bagi dirinya untuk berpikir dan mempertimbangkan berbagai konsekuensi.
"Tetapi kalau kita mau tetap menjadi manusia seperti tadi, kata Bu Tuti, memang kita perlu slow down. Memperlambat sedikit prosesnya supaya akal itu bisa dipakai lagi," tegas Manneke.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022