Mahasiswa Universitas Siber Asia (UNSIA) menjalani wisuda. (UNSIA).
JawaPos.com - Universitas Siber Asia (UNSIA) menggelar Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 yang ke-5. Kampus menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi saranan pemerataan pendidikan.
Wisuda kali ini digelar monumental di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Acara ini menjadi wisuda pertama Kali UNSIA yang digelar di lokasi bersejarah TMII.
Wisuda mengangkat tema Digital Talent for Village Sustainability: Membangun Indonesia dari Akar, Bergerak dengan Teknologi. Perhelatan ini diikuti oleh 1.098 wisudawan terdiri dari 478 mahasiswa hadir secara luring/onsite dan 608 orang secara daring/online. Para lulusan tersebar dari Sabang hingga Merauke serta mancanegara seperti Bulgaria dan Taiwan.
“Teknologi harus menjadi jembatan pemerataan pendidikan, bukan sekadar simbol kemajuan. Misi besar UNSIA sejak awal didirikan oleh YMIK adalah memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional dengan meruntuhkan hambatan ekonomi, geografis, serta keterbatasan waktu," kata Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan, Dr. Ramlan Siregar, Jumat (7/8).
Ramlan menuturkan, talenta digital harus menyebar merata hingga pedesaan. Dengan begitu memberikan manfaat bagi rakyat.
"Talenta digital tidak hanya untuk industri perkotaan, tetapi harus hadir memberi solusi bagi pertanian cerdas, layanan publik, dan kesejahteraan di desa-desa yang menjadi akar kehidupan bangsa,” imbuhnya.
Salah satu poin utama dan kekuatan strategis yang ditekankan dalam wisuda kali ini adalah langkah cepat UNSIA yang saat ini tengah aktif bertransformasi menjadi AI Innovator University. UNSIA melakukan berbagai terobosan konkret untuk membangun ekosistem akademik berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang komprehensif.
Sementara, Rektor UNSIA, Jan Youn Cho menambahkan, kampus ya berkomitmen kepada peningkatan kualitas pendidikan. Terutama dalam pelibatan kecerdasan buatan agar bisa dimanfaatkan maksimal untuk mahasiswa.
“UNSIA tidak hanya beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi kami secara aktif mentransformasi diri menjadi AI Innovator University. Melalui pelatihan terstruktur untuk dosen dan mahasiswa, kolaborasi ekosistem penuh bersama Google, hingga kehadiran pakar kelas dunia seperti Prof. Kangbin Yim dari Korea Selatan, kami memastikan civitas akademika UNSIA memiliki kepakaran AI unggulan yang siap memimpin industri masa depan,” pungkasnya.