
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR yang dipimpin oleh dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Oky Setyo Widodo. (Dok. Oky Setyo Widodo)
JawaPos.com – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI menerjunkan Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, untuk memperkuat kapasitas peternak dan aparatur dalam pengembangan sapi potong berkelanjutan.
Selama empat bulan, mulai Agustus hingga November 2026, tim akan mendampingi masyarakat melalui pelatihan dan praktik lapangan yang berfokus pada kesehatan ternak, manajemen reproduksi, penyediaan pakan, biosekuriti, hingga pencatatan peternakan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas peternakan berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kemandirian kawasan transmigrasi.
Tim dipimpin dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Oky Setyo Widodo, drh., M.Si., Ph.D., yang memiliki keahlian di bidang kesehatan dan reproduksi sapi. Ia didampingi I Wayan Andama Sindhuranu, Hafizhah Yuniarti, Reska Monika, Kevin Daffa Arbi, dan Inseri Mansoben.
Menurut Oky, peningkatan populasi sapi tidak cukup hanya dilakukan dengan menambah jumlah ternak. Produktivitas peternakan juga sangat bergantung pada kemampuan peternak menjaga kesehatan hewan, mengelola reproduksi, menyediakan pakan, hingga melakukan pencatatan perkembangan ternak.
"Keberhasilan peternakan tidak hanya diukur dari banyaknya sapi yang dipelihara, tetapi juga dari kemampuan setiap induk menghasilkan pedet secara teratur dan sehat. Semakin baik pengelolaan reproduksi, semakin besar peluang peningkatan populasi dan pendapatan peternak secara berkelanjutan," ujar Oky.
Ia menjelaskan, kesehatan dan reproduksi menjadi dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam usaha sapi potong. Gangguan kesehatan, kekurangan nutrisi, maupun kondisi tubuh yang kurang ideal dapat berdampak pada rendahnya tingkat kebuntingan, panjangnya jarak antarkelahiran, hingga meningkatnya risiko kematian pedet. Karena itu, peternak perlu memahami tanda-tanda gangguan kesehatan, waktu kawin yang tepat, penanganan induk setelah melahirkan, hingga perawatan pedet sejak dini.
Selain itu, tim juga akan memperkuat penerapan biosekuriti melalui pengelolaan kebersihan kandang, sanitasi peralatan, pengendalian penyakit, serta pembatasan lalu lintas ternak untuk menekan risiko penyebaran penyakit.
Berbeda dengan pelatihan singkat, pendampingan selama empat bulan memungkinkan tim memetakan kondisi peternakan secara langsung, mulai dari pola pemeliharaan, ketersediaan pakan, kesehatan ternak, hingga kebutuhan peternak dan aparatur setempat. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan materi pendampingan agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Oky mengatakan, pendekatan tersebut juga membuka ruang belajar dua arah antara akademisi dan masyarakat. "Tim akademik membawa pengetahuan ilmiah dan teknologi peternakan, sedangkan peternak memiliki pengalaman mengenai karakter lingkungan, pola musim, sumber pakan lokal, serta kebiasaan pemeliharaan ternak. Perpaduan keduanya diperlukan agar inovasi yang diterapkan tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga mudah diterima dan dilanjutkan oleh masyarakat," katanya.
Dalam program tersebut, aparatur pemerintah setempat juga menjadi sasaran peningkatan kapasitas agar mampu melanjutkan pendampingan setelah masa penugasan tim berakhir, termasuk memperkuat koordinasi layanan kesehatan hewan dan program pengembangan peternakan di kawasan transmigrasi.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
