
Rektor UGM, Ova Emilia. (Antara)
JawaPos.com - Program studi kuliah di bidang eksakta sering dianggap paling baik karena relevan dengan industri. Padahal, tiga program studi rumpun sosial humaniora di Universitas Gadjah Mada (UGM) justru berhasil menembus jajaran 100 besar dunia versi QS World University Rankings by Subject, yakni Theology, Anthropology, dan Development Studies.
Hal itu disampaikan Rektor UGM, Ova Emilia, saat Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun 2026 di Grha Sabha Pramana, Rabu (20/5). Menurutnya, keberhasilan bidang ilmu sosial humaniora tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan manusia tidak semata-mata diukur dari kepentingan industri.
Ia menjelaskan, dari 28 bidang ilmu UGM yang masuk pemeringkatan QS WUR by Subject, terdapat tiga bidang sosial humaniora yang berhasil mencatat posisi strategis di tingkat global. Theology bahkan masuk dalam 45 besar dunia, sementara Anthropology dan Development Studies berada di kelompok 100 besar dunia.
“Penguatan pada bidang-bidang tersebut mencerminkan kualitas keilmuan UGM yang semakin diakui secara global dan menunjukkan bahwa pengembangan akademik dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” kata Ova dikutip dari web resmi UGM, Jumat (22/5).
Menurutnya, pengembangan pendidikan tinggi harus dilakukan secara komprehensif, termasuk memperkuat bidang sosial humaniora yang dinilai memiliki kontribusi penting terhadap kehidupan masyarakat. Ia menilai, pendidikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga menjadi ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan sosial.
“Pendidikan berperan sebagai ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan bagi masyarakat karena kebutuhan manusia tidak selalu diukur dari kebutuhan industri semata, melainkan juga kebutuhan kehidupan itu sendiri,” tegasnya.
Hal itu sekaligus Ova sampaikan menanggali wacana penghapusan sejumlah program studi yang dianggap tidak relevan. Menurutnya, keberadaan program studi seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, keberlanjutan pengembangan ilmu pengetahuan, hingga tantangan sosial yang terus berubah.
UGM sendiri pada periode wisuda kali ini meluluskan 1.762 mahasiswa yang terdiri atas 1.644 lulusan program sarjana dan 118 lulusan sarjana terapan. Sebanyak lima lulusan merupakan warga negara asing. Rata-rata masa studi lulusan sarjana tercatat 3 tahun 11 bulan dengan IPK rata-rata 3,6. Sebanyak 72 persen lulusan meraih predikat pujian dan tiga wisudawan mencatat IPK sempurna 4,00.
Dalam sambutannya, Ova turut menekankan pentingnya lulusan yang mampu memberi dampak bagi masyarakat. Menurutnya, pengalaman belajar di kampus tidak hanya soal meraih pekerjaan, tetapi juga membentuk integritas, pola pikir kritis, serta keberanian menghadapi tantangan masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
