Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Mei 2026 | 21.42 WIB

Situs Kritik Sastra Tetap Tayangkan Esai Milik Dosen UGM yang Tersangkut Kekerasan di Daycare Little Aresha Jogja

Daycare Little Aresha di Sorosutan, Kelurahan Umbulharjo, Kota Jogjakarta. Tempat penitipan anak yang digerebek aparat kepolisian pada Jumat (24/4) sore. (Hery Sidik/Antara) - Image

Daycare Little Aresha di Sorosutan, Kelurahan Umbulharjo, Kota Jogjakarta. Tempat penitipan anak yang digerebek aparat kepolisian pada Jumat (24/4) sore. (Hery Sidik/Antara)

JawaPos.com – Cahyaningrum Dewojati merupakan salah satu esais di laman Kritik Sastra, Tengara.id. Selain berstatus sebagai dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), tercatat juga sebagai Yayasan Little Aresha Jogjakarta, sebuah tempat penitipan anak atau daycare.

Namanya tersangkut karena yayasan yang dipimpinnya tersangkut dalam kasus kekerasan terhadap anak-anak dan balita yang dititipkan di tempat itu.

Atas kasus itu, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bersama redaksi Tengara.id buka suara terkait masih diterbitkannya tulisan dari salah satu dosen UGM itu.

Dalam keterangan resminya, redaksi Tengara.id menjelaskan bahwa esai berjudul “Merayakan Fiksi Populer Indonesia” karya Cahyaningrum tetap tayang pada 30 April 2026. Alasannya, kesepakatan awal antara penulis dan redaksi yang telah dilakukan jauh sebelum kasus tersebut mencuat ke publik.

Redaksi Tengara.id mengungkapkan pada Februari 2026 mereka mengundang lima akademisi dan kritikus untuk mengisi Edisi 12 Tengara.id dengan tema “Sastra Pop Indonesia”.

Proses kontrak, penulisan, hingga penyuntingan telah berjalan sesuai jadwal hingga mendekati waktu publikasi. Namun, beberapa hari sebelum edisi tersebut dirilis, redaksi menerima informasi terkait kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta. Cahyaningrum Dewojati diketahui tercatat sebagai penasihat yayasan tersebut.

“Tanpa mengabaikan keprihatinan kami terhadap para korban dan dengan tetap mendukung para keluarga yang sedang memperjuangkan keadilan, redaksi memutuskan: esai tetap ditayangkan,” tulis keterangan resmi tersebut, dikutip Minggu (3/5).

Keputusan itu diambil dengan sejumlah pertimbangan. Pertama, kontrak kerja sama telah dilakukan sebelum kasus mencuat. Kedua, penulis telah memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan, sementara redaksi juga telah menyelesaikan proses penyuntingan.

Ketiga, redaksi Tengara.id merujuk pada sikap institusi tempat penulis bernaung, yakni UGM, yang dinilai mengambil posisi netral dan objektif sembari menunggu perkembangan kasus. Selain itu, karya-karya akademik penulis di berbagai penerbit dan jurnal juga tidak ditarik.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore