
Ilustrasi perkuliahan. (Dok.JawaPos.com).
JawaPos.com – Wacana penghapusan sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi dinilai tak tepat lantaran tidak semua prodi memang berorientasi kepada industri. Hal itu diungkapkan Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Pengelolaan Sumber Daya, Handi Risza.
Menurut Handi, desain pendidikan di Indonesia sejatinya sudah membedakan jalur vokasi dan akademik. Jalur vokasi seperti SMK hingga politeknik memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri, sementara pendidikan akademik memiliki spektrum yang lebih luas.
“Kalau mahasiswa S1 murni, jalurnya kan S1, S2, S3. Artinya tidak semuanya akan berkarier di bidang industri. Bisa jadi dosen, peneliti, atau bahkan membuka usaha sendiri,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Ia menilai, generalisasi bahwa seluruh lulusan harus terserap industri merupakan pendekatan yang kurang tepat. Sebab, pendidikan akademik juga memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia di berbagai sektor.
Lebih lanjut, Handi justru mendorong agar penguatan difokuskan pada pendidikan vokasi agar bisa maksimal diserap industri. Ia menyebut kurikulum, kerja sama industri, hingga program magang perlu diperkuat agar lulusan vokasi benar-benar siap kerja.
“Kalau memang sekolahnya vokasi atau terapan, ya itu yang diperbaiki. Kurikulumnya, kerja sama dengan industrinya, program magangnya, sehingga lulusannya bisa langsung diserap industri,” jelasnya.
Meski demikian, Handi tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi terhadap prodi tertentu, selama didasarkan pada kajian yang komprehensif. Misalnya, jika suatu prodi kekurangan dosen, fasilitas tidak memadai, atau peminat yang terus menurun.
Namun, Handi mengingatkan agar kebijakan penghapusan prodi tidak dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan matang.
“Harus dihasilkan dari sebuah kajian, pendalaman, dan mendengarkan pendapat banyak pihak. Jadi tidak ujug-ujug dihentikan atau dihapus,” pungkas Handi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022