Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 22.51 WIB

Wacana Penghapusan Prodi Tertentu, Warek Paramadina: Tidak Semua Jalurnya ke Industri

Ilustrasi perkuliahan. (Dok.JawaPos.com). - Image

Ilustrasi perkuliahan. (Dok.JawaPos.com).

JawaPos.com – Wacana penghapusan sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi dinilai tak tepat lantaran tidak semua prodi memang berorientasi kepada industri. Hal itu diungkapkan Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Pengelolaan Sumber Daya, Handi Risza.

Menurut Handi, desain pendidikan di Indonesia sejatinya sudah membedakan jalur vokasi dan akademik. Jalur vokasi seperti SMK hingga politeknik memang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri, sementara pendidikan akademik memiliki spektrum yang lebih luas.

“Kalau mahasiswa S1 murni, jalurnya kan S1, S2, S3. Artinya tidak semuanya akan berkarier di bidang industri. Bisa jadi dosen, peneliti, atau bahkan membuka usaha sendiri,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).

Ia menilai, generalisasi bahwa seluruh lulusan harus terserap industri merupakan pendekatan yang kurang tepat. Sebab, pendidikan akademik juga memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Handi justru mendorong agar penguatan difokuskan pada pendidikan vokasi agar bisa maksimal diserap industri. Ia menyebut kurikulum, kerja sama industri, hingga program magang perlu diperkuat agar lulusan vokasi benar-benar siap kerja.

“Kalau memang sekolahnya vokasi atau terapan, ya itu yang diperbaiki. Kurikulumnya, kerja sama dengan industrinya, program magangnya, sehingga lulusannya bisa langsung diserap industri,” jelasnya.

Meski demikian, Handi tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi terhadap prodi tertentu, selama didasarkan pada kajian yang komprehensif. Misalnya, jika suatu prodi kekurangan dosen, fasilitas tidak memadai, atau peminat yang terus menurun.

Namun, Handi mengingatkan agar kebijakan penghapusan prodi tidak dilakukan secara tiba-tiba tanpa pertimbangan matang.

“Harus dihasilkan dari sebuah kajian, pendalaman, dan mendengarkan pendapat banyak pihak. Jadi tidak ujug-ujug dihentikan atau dihapus,” pungkas Handi.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore