
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh. Maulana Surya/Antara
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa wacana sekolah daring untuk penghematan energi pada April 2026 dibatalkan. Hal itu berdasarkan keputusan bersama kementrerian terkait.
Pratikno menegaskan bahwa pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa, yakni dengan tatap muka. Penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa.
"Proses pembelajaran harus semakin optimal. Jangan sampai timbul learning loss," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/4).
Pratikno mengakui memang sempat ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan sekolah metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring.
"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," ucapnya.
Hal itu menurutnya sebagaimana prioritas Presiden Prabowo Subianto kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
"Maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” pungkasnya.
