
Sejumlah siswa kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA 70 Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu istilah yang mulai sering dibicarakan dalam dunia pendidikan di tahun 2026. Banyak murid, orang tua, hingga guru yang bertanya-tanya, sebenarnya apa itu TKA dan apakah tes ini wajib diikuti untuk bisa melanjutkan pendidikan?
Dikutip dari Pusat Asesmen Pendidikan, TKA adalah tes terstandar yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik murid secara objektif. Tes ini hadir sebagai upaya untuk memberikan gambaran yang lebih adil dan terukur terkait capaian belajar setiap individu, terutama ketika hasil penilaian sekolah dinilai belum sepenuhnya bisa dibandingkan secara merata.
Namun, muncul satu pertanyaan penting: apakah TKA ini wajib? Dan jika tidak ikut, apakah ada dampaknya?
Hal yang perlu dipahami sejak awal, TKA tidak bersifat wajib. Artinya, setiap murid memiliki kebebasan untuk memutuskan apakah ingin mengikuti tes ini atau tidak.
Kebijakan ini dibuat agar murid tidak merasa tertekan. Bagi yang merasa siap, TKA bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan akademiknya. Sementara bagi yang belum siap, tidak ada kewajiban untuk memaksakan diri.
Menariknya, tidak ada konsekuensi langsung bagi murid yang tidak mengikuti TKA. Mereka tetap bisa lulus dari satuan pendidikan seperti biasa, karena kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh penilaian dari sekolah masing-masing.
Walaupun tidak wajib, TKA tetap punya peran penting. Hasil dari tes ini bisa digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam berbagai proses seleksi, seperti:
Penerimaan murid baru ke jenjang berikutnya
Seleksi masuk perguruan tinggi
Kebutuhan seleksi akademik lainnya
Bahkan, untuk lulusan SMA atau SMK, hasil TKA berpotensi menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan. Beberapa perusahaan atau organisasi bisa saja menjadikannya sebagai indikator kemampuan akademik.
Karena itu, keputusan untuk tidak mengikuti TKA sebaiknya dipikirkan secara matang, terutama jika murid memiliki rencana melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja yang kompetitif.
TKA terbuka untuk semua murid kelas akhir dari berbagai jalur pendidikan, baik:
SD/MI/sederajat
