
Perwakilan 56 perguruan tinggi dari Indonesia bersama INTI University dan SEGi University Malaysia berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama. (Istimewa)
JawaPos.com-Sebanyak 56 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia menjalin kerja sama internasional dengan INTI University dan SEGi University di Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA).
Kerja sama tersebut melibatkan 73 dosen dari berbagai perguruan tinggi. Penggagas kegiatan, Prof. Usep Suhud, menilai kolaborasi ini penting untuk memperluas jejaring akademik global.
“Kerja sama ini bernilai strategis bagi penguatan jejaring akademik lintas negara,” ujarnya.
Salah satu institusi yang terlibat adalah STIM Lasharan Jaya Makassar dengan mengirimkan lima dosen yang dipimpin langsung oleh Ketua STIM, Associate Professor Dr. Hernita.
“Ini menjadi langkah konkret internasionalisasi kampus,” kata Hernita singkat.
Para peserta berangkat dari sejumlah kota di Indonesia, seperti Makassar, Surabaya, Medan, Padang, dan Jakarta, dengan jadwal penerbangan yang berbeda. Sebagian rombongan tiba di Kuala Lumpur pada Kamis, sementara lainnya tiba pada Jumat menjelang agenda utama.
Agenda kerja sama internasional diawali dengan kunjungan ke INTI University. Kolaborasi yang disepakati mencakup pengembangan pendidikan, riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program akademik internasional lainnya.
Perwakilan INTI University, Prof. Dr. Goh Kan Wen, menyambut positif kemitraan tersebut.
“Sinergi ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, INTI University menyerahkan plakat penghargaan kepada seluruh perguruan tinggi Indonesia sebagai simbol komitmen kemitraan berkelanjutan. STIM Lasharan Jaya Makassar juga menyerahkan plakat kepada pihak INTI University.
Setelah agenda di INTI University, rombongan melanjutkan kunjungan ke SEGi University untuk menandatangani kerja sama serupa.
Perwakilan SEGi University, Prof. Ir. Dr. Tezara Cionita, menyampaikan harapannya terhadap kolaborasi tersebut. “Kerja sama ini membuka peluang pengembangan SDM lintas negara,” katanya.
Rombongan dosen kemudian mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Malaysia, seperti Genting Highland, Batu Caves, dan Bukit Bintang, sebagai bagian dari wisata edukasi dan penguatan jejaring informal.
Sementara itu, pada Minggu, 25 Januari, seluruh perguruan tinggi peserta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat internasional dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan kepada lebih dari 100 pekerja migran Indonesia di Malaysia. “Kami ingin mereka siap berwirausaha saat kembali ke Tanah Air,” ujar salah satu dosen peserta kegiatan. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
