
Pelajar di usia muda diajak terlibat langsung dalam mengembangkan inovasi untuk mengajarkan literasi finansial di kalangan mereka. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia, sekelompok pelajar SMP dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pemahaman finansial bukan hanya urusan orang dewasa.
Melalui ajang JA SparktheDream Social Challenge 2025, mereka menghadirkan gagasan segar dan aplikatif untuk mengubah cara generasi muda belajar mengelola uang.
Kompetisi nasional yang digagas oleh PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) ini menjadi bagian dari perayaan Bulan Inklusi Keuangan 2025.
Acara puncaknya digelar beberapa waktu lalu di Jakarta, menghadirkan semangat baru bahwa literasi keuangan bisa menjadi gerakan sosial, bukan sekadar pelajaran teori.
Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anugrah Sutejo, menegaskan pentingnya melibatkan anak muda dalam gerakan inklusi keuangan nasional.
“Bulan Inklusi Keuangan menjadi momentum untuk memperluas akses layanan finansial sekaligus menanamkan pemahaman keuangan sejak dini. Program seperti JA SparktheDream membuktikan bahwa literasi keuangan bisa dikemas kreatif dan aplikatif,” ujar Anugrah.
Sejak Februari hingga November 2025, program JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 2.200 siswa dan 11 sekolah di 10 kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Denpasar.
Melalui kegiatan kelas, platform digital, dan pendampingan dari 98 volunteer karyawan FWD Insurance, para siswa mempelajari dasar-dasar pengelolaan uang hingga perencanaan investasi.
Tidak berhenti pada teori, Social Challenge menjadi ajang penerapan nyata. Setiap tim peserta diminta mengidentifikasi persoalan sosial di lingkungannya dan menyusun solusi inovatif berbasis literasi keuangan.
Mereka lalu menampilkan ide tersebut dalam format video yang menunjukkan dampak finansial terhadap perubahan sosial.
Sebelum berkompetisi, siswa mengikuti bootcamp daring 'Spark Your Pitch', yang membekali mereka kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan mempresentasikan ide secara persuasif. Pendampingan intensif juga diberikan oleh relawan profesional dari FWD Insurance.
Menurut Pribadi Setiyanto, Ketua Dewan Pengurus PJI, kegiatan ini membawa literasi keuangan ke tingkat yang lebih relevan dengan dunia anak muda.
“Siswa belajar bahwa keputusan finansial yang tepat bisa menjadi kunci untuk memecahkan tantangan sosial. Mereka tidak hanya mengasah keterampilan keuangan, tapi juga kepedulian dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.
Hasilnya, ide-ide kreatif pun bermunculan. Ada yang menciptakan boardgame edukatif, e-book interaktif, komik digital, hingga aplikasi keuangan dengan karakter virtual. Tak sedikit pula yang menautkan konsep finansial dengan isu lingkungan dan komunitas.
Rudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk nyata kontribusi sektor swasta terhadap peningkatan literasi keuangan nasional.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
