
AFPI menggelar program Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi di Kota Malang, 24–25 Juni. (Istimewa)
JawaPos.com - Literasi keuangan menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Hal itu mendorong Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bersama KrediOne menggelar program Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi di Kota Malang, 24–25 Juni.
Program itu bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, penggunaan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab, hingga kesiapan menghadapi kebutuhan industri digital. Kegiatan itu juga melibatkan regulator, akademisi, media, dan pelaku industri sebagai bentuk kolaborasi memperkuat literasi keuangan masyarakat.
Komitmen tersebut sejalan dengan pertumbuhan layanan keuangan digital di Jawa Timur. Edukasi berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) dan diikuti ratusan mahasiswa.
Hadir Kepala Divisi Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi 2 OJK Anjar Sumarjati, Asisten Direktur OJK Malang Frederik Alexander Rompies, Sekretaris Jenderal AFPI Ronald T. Andi Kasim, serta Dekan FEB UNISMA Affifudin.
Direktur IT & Operations KrediOne Defrian Afdi mengatakan, literasi keuangan kini tidak lagi sekadar memahami produk dan layanan keuangan. Generasi muda juga dituntut mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, memahami risiko, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
”Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses layanan keuangan. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi bekal penting agar generasi muda mampu memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi berbagai risiko di masa depan,” ujar Defrian Afdi.
Baca Juga:Wanti-wanti Indef soal Patriot Bond: Risiko 'Gali Lubang Tutup Lubang' jika Dipakai untuk Konsumsi
Tak hanya menggelar edukasi, KrediOne Bersama AFPI juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kurikulum Berbasis Keuangan Digital di UNISMA. Forum tersebut membahas kompetensi yang dibutuhkan industri sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Forum itu menekankan pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat mengenai layanan pendanaan berbasis teknologi yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal.
KrediOne menilai peningkatan literasi keuangan dan pengembangan talenta digital menjadi fondasi penting bagi terciptanya ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan OJK, AFPI, perguruan tinggi, dan media, perusahaan berharap semakin banyak generasi muda yang cakap secara finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
