Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 02.55 WIB

Rektor SGU: Esensi Pendidikan Internasional Tak Hanya di Ruang Kelas, tapi Mengenal Keberagaman Lokal

Mahasiswa Swiss German University (SGU) bermain angklung. (Istimewa) - Image

Mahasiswa Swiss German University (SGU) bermain angklung. (Istimewa)

JawaPos.com – Rektor Swiss German University (SGU), Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menegaskan bahwa esensi pendidikan internasional tidak semata-mata terjadi di ruang kelas, tetapi melalui pengalaman lintas budaya yang mengajarkan penghargaan terhadap keberagaman.

“Pendidikan internasional bukan hanya soal materi akademik, tetapi juga bagaimana mahasiswa bisa belajar dari perbedaan budaya, bahasa, dan tradisi yang mereka temui," ujarnya, Jumat (19/9).

"Dari situlah tumbuh nilai saling menghargai yang menjadi bekal penting di masa depan,” sambung Samuel.

Sejak berdiri pada tahun 2000, ia mengatakan bahwa SGU dikenal sebagai pionir universitas internasional di Indonesia. Berawal dari jejaring dengan mitra akademik di Jerman dan Swiss, kini kerja sama itu meluas ke Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

Skema pertukaran mahasiswa pun terus berjalan, menghadirkan mahasiswa asing yang datang ke Indonesia sekaligus memberi kesempatan bagi mahasiswa lokal belajar ke luar negeri.

Setiap tahun, belasan hingga puluhan mahasiswa Jerman berpartisipasi dalam program pertukaran di SGU.

Mereka tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan budaya, seperti belajar tari tradisional, memainkan gamelan, membuat kain jumputan, hingga menikmati sajian nasi tumpeng yang disimbolkan sebagai wujud kebersamaan.

Pengalaman budaya berlanjut pada September 2025 melalui kegiatan memainkan musik angklung. Mahasiswa asing dan lokal diajak memahami makna harmoni dari perbedaan nada, serta membuat kerajinan tangan eco-pounding di Bengkel Kreatif Hello Indonesia.

Selain itu, mereka juga mengunjungi sejumlah landmark Jakarta yang sarat nilai toleransi dan sejarah, mulai dari Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral hingga kawasan Kota Tua dan Pecinan.

Beragam kegiatan itu, menurut Samuel, memperlihatkan bahwa pendidikan internasional bukan sekadar soal kurikulum, tetapi tentang membangun interaksi, persahabatan, dan saling menghargai lintas bangsa.

“Dari ruang belajar hingga pusat budaya, kami ingin mahasiswa membawa pulang bukan hanya ilmu, tetapi juga pengalaman dan kenangan yang melekat seumur hidup,” pungkas Samuel.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore