Ketua Panitia Raker I Gernas Ayo Mondok KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans. (Dok. Gernas Ayo Mondok)
JawaPos.com - Para pengasuh pesantren bersepakat melakukan penguatan pendidikan di pondok. Kesepakatan itu berisikan tiga rekomendasi strategis yang dihadilkan dari rapat kerja dalam Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok.
Adapun Gernas Ayo Mondok yang digelar di Pondok Pesantren Asshiddiqyah, Jakarta Barat. Acaranya berakhir pada Kamis (18/9). “Alhamdulillah dari raker yang dihadiri sekitar 110 pengurus, kami menyampaikan beberapa poin, baik internal maupun eksternal,” ujar Ketua Panitia Raker I Gernas Ayo Mondok KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Dia menyebut tiga rekomendasi strategis dari Gernas Ayo Mondok, yaitu pendampingan hukum dan psikologis; penguatan literasi digital santri; dan dorongan pembentukan kementerian pesantren.
Gus Hans menjelaskan, pendampingan hukum dan psikologis merupakan rekomendasi internal. Yaitu memberikan pendampingan bagi pesantren atau santri yang tengah menghadapi masalah hukum. Gernas Ayo Mondok siap memberikan advokasi hukum dan dukungan psikologis bagi para korban.
“Tim advokasi dan pendampingan siap membantu pihak pesantren atau santri yang bermasalah secara hukum. Kami juga akan mendampingi korban dari sisi psikologis,” jelasnya.
Penguatan literasi digital santri adalah rekomendasi internal kedua yang menitikberatkan pada penguatan kemampuan santri dalam penguasaan teknologi digital. Nantinya Gernas Ayo Mondok menggelar berbagai pelatihan untuk membekali santri dengan keterampilan produksi konten media.
“Mulai dari cara membuat naskah, mengedit, hingga mempublikasikan berita di berbagai platform akan kami ajarkan. Santri harus siap menghadapi era media multiplatform,” ujar Gus Hans.
Sementara rekomendasi bersifat eksternal yakni mendorong Pemerintah membentuk kementerian pesantren. Setidaknya Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren.
Menurut Gus Hans, jumlah pesantren dan santri di Indonesia yang terus meningkat memerlukan perhatian khusus. “Selama ini pesantren hanya diurus direktorat di Kemenag. Padahal, kalau ada kementerian untuk perlindungan tenaga kerja migran, mestinya tidak berlebihan jika ada kementerian pesantren. Kalau tidak memungkinkan, minimal ada Dirjen yang fokus membidangi pesantren,” katanya.
Untuk itu, dia mengingatkan pemerintah agar menindaklanjuti janji kampanye Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terkait optimalisasi dana abadi pesantren.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
