Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 20.25 WIB

Mantan Wapres Ma'ruf Amin Prihatin Framing Negatif terhadap Pesantren, Bikin Masyarakat Takut Kirim Anaknya Mondok

Mantan Wakil Presiden Ma - Image

Mantan Wakil Presiden Ma

JawaPos.com - Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti banyaknya kabar negatif yang muncul dari lingkungan pesantren. 

Dia khawatir kabar tersebut sengaja dikipas-kipasi atau dibesar-besarkan untuk membuat stigma atau framing negatif pesantren. Ujungnya, masyarakat menjadi takut memasukkan anaknya ke pesantren.

Sorotan tersebut disampaikan Ma'ruf Amin usai menyampaikan arahan di Rapat Kerja Gerakan Nasionalis Ayo Mondok di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (17/9).

Dia mengatakan, kampanye gerakan ayo mondok itu sangat baik. Karena upaya kaderisasi ulama harus terus dilakukan.

Dalam banyak kesempatan, Ma'ruf mengatakan bahwa jika ada ulama meninggal dunia, ilmunya ikut dibawa ke liang lahat. Sehingga diperlukan adanya kaderisasi ulama.

Saluran utama kaderisasi ulama adalah melalui pesantren. Apalagi Ma'ruf menilai jati diri pesantren adalah lembaga pendidikan yang berkemajuan dan penuh inovasi.

Dia menyayangkan beredarnya kabar negatif dari lingkungan pesantren. Seperti munculnya kasus bullying, kekerasan fisik, bahkan kekerasan seksual. Ma'ruf menegaskan kasus seperti itu ketika ditelusuri, ternyata dari pesantren yang tidak jelas.

Kemudian sengaja dihembuskan terus. Seolah-olah seluruh pesantren itu negatif. "Padahal yang kasus itu nol koma nol nol sekian persen," jelasnya.

Di sisi lain Ma'ruf menegaskan banyak pesantren yang usianya sudah satu abad lebih konsisten mencetak kader ulama yang berkualitas. Tanpa ada kasus kekerasan di dalamnya.

"Sekarang ini ada framing-framing buruk terhadap pesantren," tandasnya. Padahal sejarah mencatat lulusan pesantren tidak hanya jadi ulama. Banyak juga yang menempati pos strategis di legislatif, eksekutif, maupun yudikatif.

"Lulusan pesantren ada yang jadi Presiden. Lulusan pesantren ada yang pernah jadi Wakil Presiden," tuturnya. Untuk itu Ma'ruf juga mengajak kepada para pengelola atau pengasuh pesantren untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. 

Kemudian kepada para santri, dalam belajar di pesantren harus tuntas. Sehingga bisa mewarnai kehidupan.

Dia tidak ingin santri menjadi seperti seekor burung yang belum komplit bulu sayapnya, tetapi sudah nekat keluar sarang. Akibatnya burung itu terjatuh dan jadi santapan serigala.

Kegiatan Rapat Kerja Gerakan Ayo Mondok di Pesantren Asshiddiqiyah itu juga dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Dalam pidatonya, Zulhas mengatakan pesantren punya peran penting. Baginya Indonesia tidak bisa merdeka tanpa peran pesantren. Maka saat ini ketika Indonesia sudah merdeka, pesantren harus ikut mengisi kemerdekaan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore