Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 03.55 WIB

1.835 Sekolah Terdampak Banjir Bali, Kemendikdasmen Pastikan Layanan Pendidikan Tetap Diberikan

Tim Kemendikdasmen meninjau sejumlah sekolah yang terdampak banjir di Bali. (Dok/Kemendikdasmen)

JawaPos.com-Banjir yang terjadi di Bali ternyata turut berdampak pada satuan pendidikan di sana. Tercatat, ada 1.835 sekolah terkena akibat banjir yang terjadi pada Rabu (10/9) tersebut. 

Merujuk pada pemetaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sekolah-sekolah tersebut tersebar di beberapa kabupaten. Detailnya, di Kabupaten Badung sebanyak 214 sekolah, di Kabupaten Gianyar 285 sekolah, di Kabupaten Jembrana 226 sekolah, di Kabupaten Klungkung 49 sekolah, di Kabupaten Tabanan 113 sekolah, dan di Kota Denpasar ada 948 sekolah.

“Data sementara, sebanyak 60 sekolah mengalami rusak berat, sedangkan 906 siswa dan 74 guru terdampak banjir,” papar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto dalam keterangan resminya, Sabtu (13/9). 

Gogot memastikan, bahwa sekolah yang terdampak banjir di Provinsi Bali akan memperoleh bantuan. Ia pun turut menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam kepada seluruh korban banjir.

“Kami akan memberikan bantuan berupa sarana dan perbaikan prasarana sekolah sehingga mengurangi risiko dampak banjir, pada tahun anggaran 2026,” paparnya 

Gogot sempat meninjau sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir. Didampingi Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, I Made Alit Dwitama, Gogot mengunjungi SDN 04 Dauh Puri, SDN 12 Dauh Puri, SDN 10 Paguyangan, dan SDN 11 Paguyangan. Di keempat sekolah ini ia memberikan sejumlah bantuan berupa school kit kepada murid-murid yang terdampak banjir. 

Beruntungnya, saat musibah banjir datang, sekolah-sekolah di Bali sedang libur Hari Raya Pagerwesi. Sehingga tidak ada aktivitas pembelajaran di sekolah. 

Menurutnya, saat ini pihak sekolah tengah melakukan pengecekan kondisi sekolah masing-masing. Sementara, Dinas Pendidikan Bali melalui Sekretariat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Bali terus melakukan update pendataan sekolah terdampak banjir, pada dashboard. Gubernur Bali dan Walikota Denpasar telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrim selama 7 hari, mulai 10-17 September 2025.

Gogot mengimbau pemerintah daerah di Bali untuk tetap menyelenggarakan layanan pendidikan. Yang tentunya, tetap disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. 

“Layanan pendidikan harus tetap diberikan segera, untuk memastikan anak-anak kita tetap belajar walaupun di kondisi pasca darurat bencana,” tegasnya. 

Musibah banjir ini jadi paling parah selama beberapa tahun terakhir. Banjir telah menelan korban jiwa. Total ada 16 jiwa, di mana 14 orang meninggal dunia dan 2 orang masih belum ditemukan. Banjir juga mengakibatkan 562 jiwa mengungsi dari tempat tinggalnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore